Ekonomi

Bank Mandiri Integrasikan Layanan Perbankan Digital


Bank Mandiri Integrasikan Layanan Perbankan Digital
Ilustrasi. PT Bank Mandiri Persero Tbk menggabungkan dua layanan perbankan digitalnya yakni "Mandiri Internet" dan "Mandiri Mobile" menjadi layanan digital "Mandiri Online". (Foto: gatra.com) ()

AKURAT.CO, PT Bank Mandiri Persero Tbk menggabungkan dua layanan perbankan digitalnya yakni "Mandiri Internet" dan "Mandiri Mobile" menjadi layanan digital "Mandiri Online".

Integrasi dua layanan digital ini akan memudahkan pengguna untuk memperoleh informasi produk perbankan Bank Mandiri sekaligus memudahkan untuk melakukan aktivitas transaksi keuangan, kata Senior Executive Vice President Chief Technology Officer Bank Mandiri, Joseph Georgino Godong di Jakarta, Selasa (21/01).

"Sampai saat ini "mobile" dan perbankan internet di Indonesia dibuat dengan penekanan fungsional. Faktor kemudahan penggunaan dan cantiknya tampilan belum banyak diperhatikan. Maka itu, 'Mandiri Online' dibangun dengan memperhatikan aspek penggunaan yang baik," katanya dalam keterangan tertulis.

Joseph mengklaim "Mandiri Online" merupakan layanan perbankan dalam jaringan (daring) pertama yang bisa diakses sebagai portal dan aplikasi. Fitur keamanan "Mandiri Online" juga dirancang dengan satu akses dan menggunakan metode otentikasi terbaru.

"Target kami dengan 'Mandiri Online' dapat meningkatkan transaksi dan loyalitas nasabah," ujar dia.

Saat ini, kata Joseph, rasio transaksi perbankan di Mandiri melalui jaringan elektronik sudah mencapai 93 persen.

Maka itu, memang terjadi pergeseran dari kegemaran bertransaksi melalui kantor cabang menjadi bertransaksi secara daring.

"Selain untuk memperkuat strategi retail banking Bank Mandiri, inovasi ini juga sekaligus untuk mendukung strategi operasional perseroan melalui peningkatkan efisiensi proses bisnis," ujar dia.

Menurut data Bank Mandiri, per Desember 2016, jumlah pengguna Mandiri Internet dan Mandiri Mobile mencapai 7,9 juta pengguna dengan total frekuensi 1,11 miliar transaksi dan volume transaksi sebesar Rp 287 triliun.[]