Ekonomi

Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp28,03 T Sepanjang 2021, Apa Jurusnya?

PT Bank Mandiri (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp28,03 triliun pada 2021 atau tumbuh 66,8 persen secara tahunan (year on year/yoy)


Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp28,03 T Sepanjang 2021, Apa Jurusnya?
Kantor pusat Bank Mandiri di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO PT Bank Mandiri (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp28,03 triliun pada 2021 atau tumbuh 66,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Keuntungan itu didapat antara lain melalui konsistensi implementasi strategi dengan mengoptimalkan transformasi digital.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan capaian yang signifikan itu selaras dengan pemulihan ekonomi nasional, didukung kebijakan Pemerintah lintas sektoral serta penanganan Covid-19 yang efektif menggerakkan perekonomian di dalam negeri.

" Sepanjang tahun 2021, Bank Mandiri telah secara aktif mengimplementasikan transformasi digital untuk mencapai strategi jangka panjang dan menghasilkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan," tutur Darmawan dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri 2021 secara virtual, Kamis (27/1/2022).

baca juga:

Menurutnya, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Tercatat hingga akhir 2021, laju kredit perseroan secara konsolidasi tumbuh positif sebesar 8,86 persen (yoy) menjadi Rp1.050,16 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit Industri sebesar 5,2 persen (yoy).

Berdasarkan segmen, kredit korporasi masih menjadi penggerak pertumbuhan dengan realisasi mencapai Rp 370 triliun atau tumbuh sebesar 8 persen (yoy). Sementara itu, kredit komersial mencatat pertumbuhan tertinggi di tahun 2021 sebesar 9,7 persen (yoy) menjadi Rp174 triliun.

" Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial pada masing-masing wilayah termasuk UMKM," ujarnya.

Sedangkan penyaluran kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Bank Mandiri sepanjang 2021 meningkat 15 persen (yoy) dengan nilai realisasi menembus Rp103,5 triliun. Pertumbuhan kredit UMKM juga didukung upaya pemerintah dan regulator lewat optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Alhasil, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri berhasil memenuhi target yang dipatok oleh Pemerintah pada 2021 sebesar Rp35 triliun kepada lebih dari 371 ribu debitur. KUR Bank Mandiri utamanya disalurkan ke sektor pertanian Rp9,93 triliun serta industri pengolahan dan lainnya sebesar Rp6,88 triliun.

Pertumbuhan ini juga diimbangi dengan kualitas aset yang mengalami perbaikan secara bank only. Per akhir 2021, rasio NPL Bank Mandiri berhasil menurun sebesar 48 bps secara YoY ke level 2,81 persen.

Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.662 bps secara tahunan menjadi 261,5 persen.

Restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 juga terus menunjukan tren yang melandai seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi. Sampai dengan akhir Desember 2021 total restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 (bank only) di Bank Mandiri yaitu sebesar Rp69,7 triliun atau turun jika dibandingkan kondisi akhir 2020 yang mencapai Rp93,3 triliun.

" Sebagai langkah antisipasi potensi penurunan kualitas kredit, kami terus menjaga pembentukan pencadangan. Per akhir Desember 2021, Bank Mandiri telah membukukan biaya CKPN sebesar Rp 13,9 triliun dengan rasio NPL coverage berada di level yang memadai," tutur Darmawan.[]