Ekonomi

Bank Indonesia Perlu Berperan dalam Pengawasan Cryptocurrency!

Anggota Komisi XI DPR RI tegaskan Bank Indonesia perlu berperan maksimal dalam pengawasan perdagangan aset digital atau cryptocurrency


Bank Indonesia Perlu Berperan dalam Pengawasan Cryptocurrency!
Bank Indonesia peran dalam pengawasan cryptocurrency (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said menegaskan Bank Indonesia (BI) perlu berperan maksimal dalam pengawasan perdagangan aset digital atau cryptocurrency. Pengawasan itu diperlukan untuk mengantisipasi munculnya masalah ilegal di tengah tren kripto yang digandrungi masyarakat Indonesia saat ini.

“Sekarang ini, perkembangan crypto sangat luar biasa dan animo masyarakat tidak bisa dibendung lagi. Jika tidak cepat dilakukan antisipasi, ditakutkan munculnya masalah ilegal yang selama ini terjadi dan merugikan masyarakat,” ujar Muhidin dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

Muhidin mengungkapkan, berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, pada tahun 2021 ini telah tercatat 7,4 juta penduduk Indonesia yang ikut serta dalam cryptocurrency dengan nilai transaksi sebesar Rp478,5 trilliun.

“Perkembangannya sangat luar biasa dibandingkan tahun 2020 yang transaksinya hanya Rp65 triliun rupiah,” imbuh Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, sambung Muhidin, cryptocurrency di satu sisi diakui sebagai pembayaran yang sah serta diatur oleh Bappebti. Maka, politisi Partai Golkar itu menilai pandangan dan peran BI terkait cryptocurrency ini perlu diketahui publik.

"Sehingga, masyarakat tidak akan terjebak dalam situasi yang buruk. Karena sekarang ini ramai diskusi cryptocurrency dan karena ramai tentu ada yang menarik. Sehingga, nantinya masyarakat tidak akan terjebak dan yang ilegal bisa menjadi legal serta membantu masyarakat kita,” tandas Muhidin.

Sebagai informasi, fenomena cryptocurrency atau mata uang kripto begitu diminati akhir-akhir ini. Banyak orang ikut bertransaksi di mata uang digital ini. Fenomena ini tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang memaksa banyak orang mengurangi aktivitas di luar rumah dan lebih banyak menggunakan internet.

Selain itu, semakin banyak orang yang kemudian tertarik ikut karena melihat keuntungan yang diperoleh temannya atau mendengar kabar mengenai keuntungan trading atau investasi yang dilakukan orang lain. Jadi, banyak orang berbondong-bondong melakukan trading dan investasi, dan salah satunya di mata uang kripto ini.[]

Sumber: DPR RI