Lifestyle

Bank Indonesia Akan Ikut Work From Bali, Sandiaga Uno Bilang Hanya Pancingan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan Bank Indonesia (BI) akan menjalankan program Work From Bali (WFB) pada Juli


Bank Indonesia Akan Ikut Work From Bali, Sandiaga Uno Bilang Hanya Pancingan
Pantai Nusa Dua, Bali. Nusa Dua jadi daerah dilakukan kebijakan Work From Bali. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) akan menjalankan program kerja dari Bali atau Work From Bali (WFB) mulai bulan Juli.

Secara bertahap, BI akan melakukan WFB mulai dari jajaran para dewan gubernur hingga beberapa biro yang bisa berkerja jarak jauh di Pulau Dewata.

"Kami dapat update dari Gubernur Bank Indonesia, Juli, BI sudah dapat secara bertahap melakukan work from Bali di level gubernur dan beberapa biro," kata Sandiaga Uno di Weekly Press Briefieng, dikutip pada Selasa, (8/6).

Selain itu, Sandiaga Uno mengatakan beberapa lembaga dan kementerian lainnya di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, juga akan melakukan hal yang sama.

Hanya saja, diakui Sandiaga, upaya WFB yang dilakukan para ASN ini masih dirasa kurang berdampak pada peningkatan pariwisata di Bali.

Alasannya, anggaran belanja tiap kementerian/lembaga masih terbatas. Sebaliknya, program ini akan berhasil kata Sandiaga bila diikuti oleh para perusahaan besar yang dalam kondisi keuangan yang sehat.

"Dari kementerian/lembaga ini sedikit sekali (dampaknya) dibandingkan bila dilakukan dunia usaha dan para profesional lainnya," katanya.

WFB yang dilakukan oleh kementerian/lembaga sebenarnya kata Sandiaga, hanya sebagai pemancing agar cara yang sama diikuti oleh kalangan dunia usaha. Sebab, dia melihat banyak perusahaan yang berpotensi melakukan WFB, misalnya perusahaan-perusahaan unicorn yakni Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka dan perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

"Makanya, kami harap ini sebagai pemicu dan diikuti perusahaan besar. Mereka punya potensi seperti lima perusahaan unicorn yang melakukan komunikasi dengan kami," kata dia.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co