Ekonomi

Bank Dunia Tawarkan Dukungan Untuk Keketuaan Indonesia pada ASEAN Tahun 2023

Bank Dunia Tawarkan Dukungan Untuk Keketuaan Indonesia pada ASEAN Tahun 2023
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerima Mari Elka Pangestu, World Bank Managing Director of Development Policy and Partnerships. (Dok. Kemenko Ekonomi)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerima Mari Elka Pangestu, World Bank Managing Director of Development Policy and Partnerships.

Dimana pertemuan bilateral tersebut sebagai upaya memperkuat peran Indonesia dalam ASEAN Energy Connectivity, Transformasi Digital, Food Security dan juga membahas Partnership on Global Infrastructure and Investment (PGII).

"Di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia berencana untuk membangun konektivitas listrik yang melibatkan beberapa negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei.  Belajar pada situasi saat ini, ketersediaan energi listrik menjadi sangat penting sehingga perlu membangun energi listrik alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dalam payung kerja sama infrastruktur jaringan listrik kawasan Asia Tenggara," ujar Menko Airlangga.

baca juga:

Sedangkan, lanjutnya, terkait isu transformasi digital, Pemerintah Indonesia juga telah melakukan pengembangan Data Center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) sebagai bagian upaya mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia dan konektivitas internasional khususnya di Kawasan Asia Tenggara.

"Adanya KEK NDP akan dapat menjadi salah satu potensi proyek pengembangan Data Center di Indonesia yang dapat menarik banyak investor," katanya.

Menko Airlangga mengingatkan bahwa ASEAN Digital Master Plan 2025 memerlukan integrasi investasi digital dan sumber energi, program tersebut merupakan desain lima tahun untuk memfasilitasi kerja sama regional dalam pengembangan sektor digital di ASEAN. Mengenai digitalisasi sektor finansial, saat ini Pemerintah tengah mengambil langkah penyesuaian seperti harmonisasi kepabeanan untuk e-commerce dan digitalisasi sektor pajak.

"Terkait dengan topik Food Security, digagas ASEAN Reserve Fund untuk memastikan ketersediaan komoditas beras di Kawasan Asia Tenggara. Terkait perubahan ikllim, studi dari World Bank menyebutkan bahwa produksi pangan global menghasilkan emisi karbon yang lebih tinggi dari produksi energi ataupun deforestasi," tegasnya.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menjalankan Sustainable Food Production. []