News

Banjir Eropa Mulai Surut, 170 Orang Tewas dan Banyak yang Belum Ditemukan

Sedikitnya 170 orang tewas dan masih banyak korban yang belum ditemukan akibat banjir yang melanda Eropa. Angka korban tewas dapat terus bertambah.


Banjir Eropa Mulai Surut, 170 Orang Tewas dan Banyak yang Belum Ditemukan
Citra satelit banjir besar di Erftstadt-Blessem, Jerman. (Foto: Google Earth via BBC) ()

AKURAT.CO, Jerman dan Belgia menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir baru-baru ini. Warga di kedua negara itu pun kini harus melakukan pembersihan lingkungan besar-besaran saat banjir mulai surut. Selain itu, tingkat kerusakan semakin jelas seiring petugas penyelamat terus mencari korban.

Dilansir dari BBC, sedikitnya 170 orang tewas dan masih banyak korban yang belum ditemukan. Jadi, angka korban tewas dapat terus bertambah.

Selain itu, dikhawatirkan bendungan jebol lantaran strukturnya melemah akibat banjir. Menurut otoritas, sebagian besar struktur bendungan Steinbachtal di barat daya Kota Bonn, Jerman, telah terkikis, sehingga sangat tidak stabil. Penduduk daerah hilir telah dievakuasi dan lebih banyak orang diminta untuk mengungsi dari rumah mereka.

Sementara itu, bendungan lain di Distrik Heinsberg dekat Dusseldorf pecah pada Jumat (16/7) malam. Akibatnya, ratusan orang dievakuasi.

Baca Juga: 5 Bencana Banjir Terdahsyat Sepanjang Sejarah, Ada yang Sengaja Dibuat Pasukan China

Para pemimpin Eropa menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab banjir yang juga melanda Swiss, Luksemburg, dan Belanda. Menurut para ahli, pemanasan global menyebabkan hujan lebat lebih mungkin terjadi. Bumi sendiri telah menghangat sekitar 1,2 derajat Celsius sejak era industri dimulai.

Banjir di Jerman telah menewaskan sedikitnya 143 orang, termasuk 4 petugas pemadam kebakaran. Negara bagian Nordrhein-Westfalen, Rheinland-Pfalz, dan Saarland menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Ribuan orang dilaporkan hilang selama puncak banjir, tetapi banyak yang sudah ditemukan.

Sementara itu, di Kota Bad Neuenahr, Distrik Ahrweiler, Rheinland-Pfalz, penduduk bertekad memulai kerja bakti membersihkan lumpur dari jalanan dan membersihkan tumpukan reruntuhan. Namun, tugas ini tidak mudah, mengingat banyak pertokoan dan mata pencaharian tersapu. Listrik dan gas pun masih terputus, sedangkan jalur komunikasi hancur.

Banjir Eropa Mulai Surut, 170 Orang Tewas dan Banyak yang Belum Ditemukan - Foto 1
REUTERS

"Semuanya benar-benar hancur, bentangnya tak lagi dikenali," komentar pemilik toko anggur Michael Lang kepada Reuters.

Tukang roti Gregor Degen pun mengatakan bahwa ia telah menggalang sekelompok tetangga untuk mulai membersihkan lumpur dan puing-puing. Ia sudah siap kerja bakti sehari setelah banjir, tetapi ketinggian air masih terlalu tinggi.