News

Banjir Dukungan, SMA di Bantul yang Diduga Paksa Siswi Berjilbab Dikirimi Karangan Bunga

Terhitung terdapat tujuh buah karangan bunga berukuran besar yang diletakkan di pintu barat sekolah

Banjir Dukungan, SMA di Bantul yang Diduga Paksa Siswi Berjilbab Dikirimi Karangan Bunga
Karangan bunga berjejer di pintu barat SMAN 1 Banguntapan Bantul, DIY, Senin (8/8/2022) (akurat.co/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Karangan bunga membanjiri SMAN 1 Banguntapan Bantul, DIY, Senin (8/8/2022). Sekolah tempat peristiwa dugaan pemakaian jilbab oleh guru terhadap salah seorang siswi secara paksa itu mendapatkan dukungan moril.

Terhitung terdapat tujuh buah karangan bunga berukuran besar yang diletakkan di pintu barat sekolah. Mereka bertuliskan kata-kata dukungan untuk guru serta kepala sekolah dan pesan kepada siswa/siswi SMAN 1 Banguntapan.

"Teruntuk Guru dan Kepala Sekolah. Terimakasih Sudah Menjadikan Kami Menjadi, Generasi 2000an Yang Mengerti Norma. Tetap Cinta SMAN 1 Banguntapan. Tetap Jaya SMAN 1 Banguntapan," bunyi karangan bunga dari Alumnus '99.

baca juga:

"Jalan-jalan ke Yogyakarta. Konon Katanya Kota Pelajar. Susah Payah Baca. Belajar Agar Kelak Menjadi Pintar. Siswa SMA 1 Banguntapan Tetap Semangat Berprestasi Ya," dari alumni Kantin si Mak 99.

"Tugas Siswa Gak Susah Kok. Rajin Belajar Hormati Guru. Taat Aturan Agama. Berprestasi Dan ... Enggak Suka Bolos. Siswa Smaba 1 Bukan Generasi Slebew," tulis karangan bunga dari Alumnus 99.

Adapun karangan bunga lain dengan tulisan bernada serupa dari alumnus 1996 dan 2004.

Marno, salah seoang petugas keamanan SMAN 1 Banguntapan menyebut karangan-karangan bunga ini datang di pagi hari atau saat dirinya sedang tidak berjaga.

"Saya kan shift siang. Kalau laporan dari yang sif pagi ini diantar pakai satu pickup," kata Marno ditemui di sekolah.

Diberitakan sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY) melaporkan adanya salah seorang siswi muslim kelas X SMAN 1 Banguntapan Bantul, DIY yang mengalami depresi berat karena dipaksa mengenakan hijab ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Banjir Dukungan, SMA di Bantul yang Diduga Paksa Siswi Berjilbab Dikirimi Karangan Bunga - Foto 1
akurat.co/Kumoro Damarjati

Siswi kelas X itu disebut mengalami trauma usai salah seorang guru BK memakaikan jilbab kepadanya secara paksa pertengahan Juli 2022 lalu. Dia disebut sampai menangis di toilet satu jam lamanya saat itu.

Siswi itu sempat mengurung diri di kamar rumahnya dan enggan berbicara dengan orang tuanya. Tanggal 25 Juli lalu, siswi itu pingsan ketika mengikuti upacara bendera. Sejak tanggal 26 Juli hingga hari ini, yang bersangkutan belum mau kembali ke sekolah.

Kepala sekolah dan tiga guru BK SMAN 1 Banguntapan telah dinonaktifkan dari ketugasannya per Kamis (4/8/2022) demi kelancaran tahap pemeriksaan oleh Disdikpora DIY serta untuk keberlangsungan proses pendidikan di sekolah tersebut.

Dalam pemeriksaan oleh Disdikpora dan ORI DIY, kepala sekolah menyebut tak ada aturan wajib berjilbab bagi siswi SMAN 1 Banguntapan. Sementara guru BK diduga terkait mengaku hanya menawarkan mengajari cara memakai jilbab ke siswi bersangkutan. []