News

Banjir Besar Hantam Arab Saudi, Jeddah Berubah Seperti Sungai! Dua Orang Tewas

Banjir Besar Hantam Arab Saudi, Jeddah Berubah Seperti Sungai! Dua Orang Tewas
Mobil-mobil bertabrakan satu sama lain saat mereka tersapu di sepanjang jalan di Jeddah, Arab Saudi (File Twitter via Mirror)

AKURAT.CO  Aliran air yang deras bergegas menyusuri jalan-jalan di Arab Saudi pada minggu ini, mengubah landskap yang sebelumnya kering menjadi seperti sungai. Mobil-mobil pun hanyut, tersapu dengan mudah di tengah banjir yang mengamuk.

Dalam rekaman yang dibagikan secara online, terlihat air keruh mencapai setinggi dada, menghantam lingkungan yang dilaporkan berada di kota pelabuhan Jeddah.

Beberapa mobil terlihat tersangkut di tepian, sementara yang lain, tampak dengan mudah diangkut oleh aliran air bersama dengan benda-benda lain di sepanjang jalan sempit.

baca juga:

Rekaman lain di media sosial memperlihatkan situasi serupa, di mana warga dengan mobil-mobil mereka berupaya menyeberang di tengah lautan air di jalan besar.

Hujan telah membuat seluruh kota Jeddah lumpuh, dengan semua sekolah, baik negeri, swasta, maupun internasional, ditutup. Kondisi buruk ini tidak lain disebabkan oleh cuaca badai, menurut Saudi Press Agency.

Hujan deras, dengan korban jiwa, tercatat terjadi di seluruh Timur Tengah dan Asia Selatan dalam beberapa minggu dan bulan terakhir.

Setidaknya dua orang pun tewas dalam banjir yang menghantam Jeddah baru-baru ini. Middle East Eye mengungkap para korban itu terbunuh setelah banjir yang dipicu curah hujan yang tinggi melanda kota itu pada Kamis (24/11).

Juru bicara pertahanan sipil Saudi di provinsi Mekkah mengonfirmasi kematian tersebut di Twitter, sambil mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak.

Selain penutupan sekolah, banjir juga menyebabkan penundaan penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz dan memblokir jalan menuju Mekkah, kota yang dimuliakan oleh umat Islam, lapor media pemerintah.

Bandara King Abdulaziz mengatakan bahwa karena kondisi cuaca, keberangkatan beberapa penerbangan telah ditunda. Pihak bandara juga telah mendesak penumpang untuk menghubungi operator untuk jadwal terbaru.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, curah hujan di wilayah selatan Jeddah pada Kamis, antara pukul 08.00-14.000, mencapai hingga 179 milimeter. Ini adalah yang 'tertinggi' yang pernah tercatat, melebihi jumlah curah hujan yang tercatat pada tahun 2009, ketika puluhan orang tewas dalam banjir bandang.

Badan Pers Saudi resmi (SPA) menggambarkan bahwa sebelum fajar, sekolah-sekolah di Jeddah akan ditutup, karena hujan diperkirakan akan berlanjut sepanjang hari.

Sekolah juga ditutup di kota terdekat Rabigh dan Khulais guna menjaga keselamatan siswa laki-laki dan perempuan, kata SPA.

Sekolah-sekolah di negara itu telah menginjak ujian akhir, tetapi ditutup secara nasional pada hari Rabu, usai Raja Salman mengumumkan hari libur menyusul kemenangan mengejutkan Saudi atas Argentina di Piala Dunia.

Jeddah, kota berpenduduk sekitar empat juta orang yang terletak dekat Laut Merah, sering disebut sebagai 'pintu gerbang ke Mekkah', tempat jutaan orang menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya.

Hujan badai musim dingin dan banjir terjadi hampir setiap tahun di Jeddah, di mana penduduk telah lama mengeluhkan buruknya infrastruktur. Pada 2009, banjir menewaskan sampai 123 orang di kota itu.

Pada November 2017, polisi di kota itu menerima 11ribu telepon pada suatu pagi setelah hujan deras mengguyur.

Tahun lalu, penurunan suhu di Saudi juga mengakibatkan banjir di banyak bagian Jeddah. Warga Saudi telah menggunakan tagar '#Jeddah sekarang' untuk membagikan video kondisi cuaca ekstrem, dan tagar yang sama bermunculan pada hari Kamis. []