News

Banjir Bandang di Kentucky Tewaskan 8 Orang,  Jadi yang Terburuk Sepanjang Sejarah

Banjir Bandang di Kentucky Tewaskan 8 Orang,  Jadi yang Terburuk Sepanjang Sejarah
Puing-puing rumah yang hancur menumpuk di dekat sebuah jembatan beton di atas Grapevine Creek di Perry County setelah hujan lebat memicu banjir bandang di Kentucky Timur pada Kamis (28/7) pagi waktu setempat. (Matt Stone/Courier Journal)

AKURAT.CO Sedikitnya delapan orang dipastikan tewas dan puluhan lainnya hilang pada Kamis (28/7), setelah hujan lebat memicu banjir besar di Kentucky timur, Amerika Serikat.

Menurut USA Today, bencana itu juga telah membuat warga terdampar di atas rumah dan yang lain harus hidup tanpa listrik atau air. 

Gubernur Kentucky Andy Beshear mengungkap kemungkinan angka kematian yang akan bertambah menjadi dua digit. Beshear pun menggambarkan bencana ini sebagai salah satu 'peristiwa banjir terburuk dan paling menghancurkan' dalam sejarah negara bagian itu.

baca juga:

Sementara korban berjatuhan, badan perkiraan cuaca mengatakan akan ada lebih banyak hujan. Memperburuk situasi, badai diperkirakan terjadi pada Kamis malam waktu setempat, dan berlangsung setidaknya hingga akhir pekan. Prediksi cuaca yang buruk ini pastinya berpotensi menghambat upaya penyelamatan dan pekerjaan untuk memulihkan listrik dan air.

"Ini adalah bencana berkelanjutan yang terus menempatkan warga dalam bahaya. Jumlah kematian kami bertambah dan banyak keluarga di luar sana benar-benar kehilangan segalanya," kata Beshear.

Beshear telah mengumumkan keadaan darurat untuk seluruh Kentucky, dan Garda Nasional telah dimobilisasi.

"Kami mungkin belum melihat yang terburuk. Sayangnya, kami percaya bahwa kami akan kehilangan orang-orang Kentucky dan banyak warganya mungkin akan kehilangan sebagian besar dari apa yang mereka miliki," tambah gubernur itu.

"Tidak mau kehilangan orang lagi"

Banjir Bandang di Kentucky Tewaskan 8 Orang,  Jadi yang Terburuk Sepanjang Sejarah - Foto 2
 Garrett di Floyd County, tak terlepas dari banjir, Kentucky  pada Kamis (28/7)-Scott Utterbck dan Michael Clevenger/Courier Journal

Menurut Jenderal Hal Lamberton dari Kentucky National Guard, para kru saat ini sedang berjibaku untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di atap rumah. Para staf di sebuah sekolah juga telah terdampar, katanya.