News

Bangga! Ilmuwan Indonesia Dilantik Jadi Direktur Lembaga Penelitian Belanda KITLV

Diana telah banyak mempelajari kebijakan regional, nasional, dan internasional dalam bidang persimpangan tanah, air, lingkungan, dan energi


Bangga! Ilmuwan Indonesia Dilantik Jadi Direktur Lembaga Penelitian Belanda KITLV
Dr Diana Suhardiman akan menjadi direktur baru KITLV (KITLV)

AKURAT.CO  Berita membanggakan untuk bangsa Indonesia baru saja datang dari Institut Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda atau KITLV. Pasalnya, dalam pengumuman anyarnya, KITLV mengaku memiliki direktur baru, yaitu seorang ilmuwan asli Indonesia.

Seperti diungkap dalam laman Twitter miliknya, Akademi Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda (KNAW) resmi menunjuk Dr Diana Suhardiman selaku direktur baru KITLV. 

Menurut agenda, Diana akan mulai bertugas pada 1 Januari 2022, menggantikan Gert Oostindie yang sudah memasuki masa purnanya pada akhir tahun 2021.

"Diana Suhardiman ditunjuk oleh KNAW sebagai direktur baru KITLV efektif 1 Januari 2022. Suhardiman menggantikan Gert Oostindie yang pensiun pada akhir tahun ini," cuit KITLV pada Kamis (17/6).

Lalu siapa Diana Suhardiman, direktur baru untuk KITLV untuk periode mendatang?

Mengutip situs KITLV, Diana yang berusia 47 tahun adalah pakar tata kelola tanah dan air serta Pemimpin Kelompok Riset di Institut Manajemen Air Internasional. 

Diana lulus dari Universitas Wageningen dengan gelar Master dalam Pengelolaan Tanah dan Air serta PhD dalam Ilmu Sosial. 

Saat menempuh S3, Diana memfokuskan penelitian PhD-nya pada peran birokrasi pemerintah dalam membentuk perumusan dan implementasi kebijakan air di Indonesia. Kemudian setelah menghabiskan 15 tahun terakhir bekerja di Asia Tenggara, Diana menjabat sebagai Pemimpin Kelompok Penelitian Tata Kelola dan Inklusi di Institut Manajemen Air Internasional di Laos. Jabatan itu saat ini tercatat masih dipegang Diana.

Diana telah banyak mempelajari kebijakan regional, nasional, dan internasional dalam bidang persimpangan tanah, air, lingkungan, dan energi, khususnya tata kelola air di Asia Tenggara.