News

Banding Ditolak, Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 12 Tahun Penjara atas Kasus 1MDB

Pengadilan banding Malaysia mengukuhkan putusan bersalah untuk mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak atas skandal megakorupsi 1MDB.


Banding Ditolak, Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 12 Tahun Penjara atas Kasus 1MDB
Najib dan kroni-kroninya mengaku tidak bersalah dan menolak tuduhan pencurian miliaran dolar dari kendaraan investasi IMDB ( Mohd RASFAN AFP via France24)

AKURAT.CO  Pengadilan banding Malaysia telah mengukuhkan putusan bersalah hingga vonis hukuman untuk mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak atas sidang pertama dari skandal megakorupsi 1MDB.

Putusan itu dibacakan pada Rabu (8/12), usai pengadilan pada Juli lalu mulai menyatakan bahwa Najib bersalah telah mengalihkan sekitar 42 juta ringgit (Rp143,7 miliar) dari SRC International, sebuah divisi 1MDB, ke rekening bank pribadinya. 

Atas putusan terbaru itu, Najib, yang masa jabatannya sebagai PM berakhir dengan kekalahan pada pemilu 2018, resmi ditolak permohonan bandingnya. Pengadilan banding mengatakan setuju dengan putusan Pengadilan Tinggi, dan imbasnya vonis hukuman 12 tahun penjara tetap berlaku untuk Najib.

"Kami menolak banding dari pemohon. 

"Kami telah menegaskan vonis Pengadilan Tinggi atas ketujuh dakwaan itu," kata Hakim Abdul Karim Abdul Jalil kepada Pengadilan Tinggi di ibukota administratif Putrajaya.

Najib, yang saat ini berusia 68 tahun, mulai dinyatakan bersalah atas semua tuduhan tahun lalu. Saat itu, ia menjalani sejumlah persidangan pertama terkait dengan penjarahan dana kekayaan negara 1Malaysia Development Berhad (IMDB). Dalam kasusnya itu, Najib dan kroni-kroninya dituduh mencuri miliaran dolar dari kendaraan investasi tersebut, dan membelanjakannya untuk segala hal mulai dari real estate mewah hingga karya seni mahal.

Namun, hingga kini, Najib masih bisa menghirup udara bebas karena memperoleh jaminan sambil menunggu pengajuan banding terakhir. Pengadilan juga setuju mantan PM itu masih bisa bebas saat dia mengajukan tantangan terakhirnya di Pengadilan Federal, pengadilan tertinggi di Malaysia.

-Terlihat emosi-

Tujuh dakwaan dalam kasus SRC melibatkan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, beberapa tuduhan pencucian uang dan pelanggaran pidana kepercayaan.