News

Bamsoet: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Harus Segera Diproduksi

Bamsoet: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Harus Segera Diproduksi
Warga lansia saat mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di RPTA Gajah Tunggal, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (24/3/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) untuk memetakan kembali kebutuhan Indonesia akan vaksin serta melakukan langkah antisipasi dan strategi guna mencegah habisnya logistik vaksin Covid-19. 

"Dikarenakan kecepatan pemberian vaksinasi kepada masyarakat mulai bulan April 2021, yang diperkirakan naik mendekati 600 ribu dosis perhari, dari yang saat ini hanya 500 ribu dosis perhari," ungkap Bamsoet dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021). 

Menurut Bamsoet, Pemerintah perlu mendukung upaya produksi vaksin dalam negeri, seperti vaksin nusantara maupun merah putih, guna mencegah ketergantungan impor vaksin, seperti dengan memperbanyak memberi kemudahan bagi sejumlah laboratorium dan meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia/SDM. 

"Seperti peneliti yang handal, dokter, maupun ahli farmasi yang mumpuni, sehingga produksi vaksin dalam negeri memiliki standar kualitas yang sesuai dengan standar kualitas WHO yang ditetapkan," ujarnya. 

Selain itu, Bamsoet menyarankan Kemenkes bersama Kementerian Luar Negeri/Kemenlu, untuk berkoordinasi dalam melakukan negosiasi dengan negara pengimpor vaksin, agar memastikan impor tetap dikirim sesuai dengan dosis dan waktu yang tepat. 

"Agar tidak terjadi penundaan pelaksanaan vaksin, mengingat pelaksanaan vaksin harus dilakukan dan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali," tegasnya. 

Meski demikian yang terpenting, kata Bamsoet, Pemerintah harus berkomitmen untuk tetap memberikan vaksin Covid-19 kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

"Agar terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity dan memutus perkembangan Covid-19," tandasnya. 

Diketahui sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, menipisnya jumlah vaksin Covid-19 pada April 2021 akibat penundaan pengiriman dua gelombang vaksin AstraZeneca, akan berdampak pada turunnya akumulasi penyuntikan vaksin Covid-19 per hari. 

"Yang pasti saat ini kan 500.00 per hari (suntikan vaksin Covid-19), pasti akan terjadi penurunan dosis penyuntikan per hari," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/3/2021). 

Nadia mengatakan, pemerintah mengatur strategi dengan menambah rentang waktu vaksinasi agar pelaksanaan di lapangan tidak terganggu. Ia juga mengatakan, untuk vaksin AstraZeneca penyuntikan vaksin dosis kedua memiliki rentang waktu dua bulan. 

"Seperti AstraZeneca kan ini dua bulan ya dosis keduanya. Dan izin BPOM juga memberikan rentang 14-28 hari," ujarnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu