News

Bamsoet: Sri Mulyani Diundang Rapat Tak Pernah Datang, Tak Menghargai!

Bamsoet menjelaskan, beberapa kali Badan Anggaran MPR RI juga mengundang Sri Mulyani rapat untuk membicarakan refocusing anggaran penanggulangan Covid-19.


Bamsoet: Sri Mulyani Diundang Rapat Tak Pernah Datang, Tak Menghargai!
Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet dalam Peluncuran dan Bedah Buku karya Wakil Ketua MPR Arsul Sani di Media Center MPR/DPR/DPD, Lobi Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menanggapi perkataan Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad yang menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak cakap dalam mengatur kebijakan pemerintahan yang berkelanjutan. Ia menyepakati apa yang dikatakan oleh Fadel.

Bamsoet menilai Sri Mulyani tidak menghargai MPR RI sebagai lembaga tinggi negara. Salah satunya karena absennya Sri Mulyani dalam beberapa undangan MPR RI.

Bamsoet menjelaskan, pimpinan MPR RI dalam Rapat Pimpinan MPR RI sepakat menegur kinerja Sri Mulyani beberapa kali tidak datang memenuhi undangan rapat dari pimpinan MPR RI dan Badan Penganggaran MPR RI, tanpa adanya alasan yang jelas.

baca juga:

Padahal, kehadiran Menteri Keuangan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan koordinasi dengan MPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat yang diisi oleh 575 anggota DPR RI dan 136 anggota DPD RI.

"Sebagai Wakil Ketua MPR RI yang mengkoordinir Badan Penganggaran, Pak Fadel Muhammad merasakan betul sulitnya berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. Sudah beberapa kali diundang oleh Pimpinan MPR, Sri Mulyani tidak pernah datang. Dua hari sebelum diundang rapat, dia selalu membatalkan datang. Ini menunjukkan bahwa Sri Mulyani tidak menghargai MPR sebagai lembaga tinggi negara," tegas Bamsoet dalam pernyataan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, beberapa kali Badan Anggaran MPR RI juga mengundang Sri Mulyani rapat untuk membicarakan refocusing anggaran penanggulangan Covid-19. Tetapi setiap kali diundang, Sri Mulyani tidak hadir.

Padahal, MPR RI senantiasa mendukung berbagai kinerja pemerintah dalam menangai pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, selain berimbas kepada pandemi kesehatan dan ekonomi, pandemi Covid-19 juga bisa mengakibatkan pandemi moral berupa terpinggirkannya nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan jati diri bangsa. Dampak kerusakannya bisa jauh lebih dahsyat, sebagai ancaman kasat mata yang tidak terdeteksi diagnosa medis.

"Jadi, selain mendukung pemerintah menggencarkan vaksinasi kesehatan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, MPR RI juga terus menggencarkan vaksinasi ideologi melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI untuk mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran radikalisme dan demoralisasi generasi bangsa," pungkasnya.