News

Bamsoet Kecam Keras Tindakan Teror yang Libatkan Remaja

Bamsoet Kecam Keras Tindakan Teror yang Libatkan Remaja


Bamsoet Kecam Keras Tindakan Teror yang Libatkan Remaja
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima penghargaan Parliament of The Year 2021, secara virtual di Jakarta, Rabu (17/3/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi gerak cepat Densus 88 Polri yang berhasil mengamankan empat terduga teroris yang terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi dan di Condet, Jakarta Timur. 

Menurutnya, Polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan berbagai pihak lainnya harus terus mewaspadai sekaligus mencegah berbagai kemungkinan teror di berbagai daerah. 

"Terlebih sebentar lagi umat Islam maupun umat Kristiani akan menghadapi dua peristiwa besar, yakni Ramadhan dan Paskah. Jangan sampai kejadian teror seperti di Makassar terulang kembali. Selain mengganggu kekhusu-an beribadah, juga sangat menganggu kedamaian, persatuan, dan kesatuan bangsa," ujar Bamsoet di Jakarta, Selasa (30/3/2021). 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengecam keras tindakan teror yang melibatkan remaja. Sebagaimana terjadi dalam peristiwa teror di depan Gereja Katedral di Makassar beberapa hari lalu. 

"Terpaparnya kalangan milenial dengan kelompok teroris merupakan lampu merah bagi masa depan bangsa. Jika tidak segera diantisipasi, bisa merugikan bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi bonus demografi penduduk," tegasnya. 

Dia menyebut, bangsa Indonesia sejatinya memiliki empat kekuatan utama yang terangkum dalam Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa; Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus bentuk kedaulatan negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, pemersatu kemajemukan bangsa. 

"MPR RI sesuai tugas dan fungsinya akan semakin memasifkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut kepada berbagai kalangan muda bangsa. Sehingga generasi penerus bangsa bisa kebal terhadap serangan virus ekstrimisme dan radikalisme," jelasnya. 

Oleh karena itu, Bamsoet menilai, tindakan teror dengan motif apapun sama sekali tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun. Tindakan teror merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pencegahannya harus melibatkan seluruh kalangan, termasuk para tokoh dan pemuka agama. 

"Masyarakat harus aktif melaporkan berbagai dugaan kegiatan kelompok masyarakat yang mencurigakan kepada aparat kepolisian. Karena pada dasarnya, masyarakat lah yang lebih mengetahui kondisi di lingkungan sekitar mereka. Dari laporan masyarakat, Polri bisa menindaklanjutinya sesuai ketentuan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," pungkasnya.[]