News

Bamsoet Dorong Kemendikbud RI Perbanyak Materi Sejarah Kaum Perempuan

Perempuan tidak perlu termakan ajaran menyesatkan yang menjanjikan surga di akhirat


Bamsoet Dorong Kemendikbud RI Perbanyak Materi Sejarah Kaum Perempuan
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (DOK. MPR)

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) memasukan lebih banyak materi sejarah perjuangan kaum perempuan dalam muatan pembelajaran peserta didik.

Mengingat Indonesia memiliki banyak tokoh perempuan yang bisa dijadikan teladan. Sekaligus memberikan motivasi kepada generasi penerus bangsa, khususnya kaum perempuan, tentang arti dan makna sesungguhnya dari jihad memajukan bangsa dan negara.

"Ada putri Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Nyai Khoiriyah Hasyim, yang mengabdikan dirinya di bidang pendidikan dengan mendirikan dan memimpin pondok pesantren, setelah berpengalaman mendirikan madrasah perempuan di Mekkah," ujar Bamsoet dalam Podcast Ngobras (Ngobrol Santai) spesial edisi Ramadhan dan Hari Kartini, bersama Ustadzah Badriyah Fayumi, di Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, Jakarta, Rabu (21/4/21).

Dia mengungkapkan, sebagaimana dijelaskan Ustadzah Badriyah Fayumi, bahwa perempuan memiliki banyak peran dalam berjihad. Peristiwa mengandung, melahirkan, dan menyusui, termasuk bagian dari jihad seorang perempuan.

Karenanya, dia berharap, perempuan tidak perlu termakan ajaran menyesatkan yang menjanjikan surga di akhirat kelak dengan terlebih dahulu menjadi teroris.

"Bom bunuh diri maupun tindakan teror lainnya bukanlah bagian dari jihad. Karena sebagaimana dijelaskan Ustadzah Badriyah Fayumi, Jihad yang dipahami secara salah bisa melahirkan tindakan jahat. Tujuan jihad itu menjaga kehidupan, bukan membunuh yang hidup," ungkapnya.

Lebih jauh Bamsoet Ustadzah Badriyah Fayumi dalam memajukan perempuan Indonesia. Selain sebagai Wakil Sekjen MUI, ia juga berperan sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an wal Hadits, serta Ketua Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia.

"Sosok Ustadzah Badriyah Fayumi memperlihatkan bahwa Islam sangat mendukung terhadap kesetaraan dan keadilan gender. Islam juga tidak melarang perempuan menjadi pemimpin ataupun menekuni dunia dakwah," urainya.

"Bahkan Masjid Istiqlal dibawah kepemimpinan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar sudah mulai mengkader dan melahirkan ulama perempuan, yang kelak akan menjadi inspirasi bagi negara-negara berpenduduk muslim lainnya untuk lebih memajukan kaum perempuan dalam berdakwah," sambungnya.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu