Lifestyle

Bamsoet Angkat Bicara Soal Penyebaran Virus Corona

Bamsoet Angkat Bicara Soal Penyebaran Virus Corona
Bamsoet angkat bicara soal penyebaran virus corona (AKURAT.CO/Jackobus Newa)

AKURAT.CO Geger virus corona yang belakangan mewarnai pemberitaan, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, ikut angkat bicara. Imbas corona, menurutnya, memberi efek negatif sekaligus positif.

"Kita semua tahu bahwa impor barang kebutuhan pokok dari Cina dibatasi. Bahkan di beberapa komoditi sudah dilarang. Tentu, sisi negatifnya, akan ada kelangkaan sejumlah bahan pokok dan peningkatan harga kebutuhan pokok seperti daging, bawang dan buah-buahan," ungkapnya kepada Akurat.co di sela-sela Opening Lekker Djakarta, Jl. Pakubuwono VI No. 26D, Sabtu (29/2) siang.

Positifnya, sambung Bamsoet, ada peluang bagi para pengusaha pangan dan kebutuhan pokok tanah air. Isu penyebaran virus corona bisa menjadi starting point bagi para pengusaha untuk mengurangi ketergantungan impor kebutuhan pokok.

"Sayangnya, mengapa kita malah beralih ke India. Padahal kan kita bisa memproduksi sendiri," katanya.

Tidak hanya sektor kebutuhan pokok, isu virus corona juga telak menghantam sektor transportasi dan pariwisata. Dua sisi yang berhubungan itu terancam merugi hingga Rp100 triliun bila hingga akhir tahun ini isu corona tidak juga mereda.

"Dari sisi bisnis pariwisata, tahun lalu ada 2 juta turis asal Tiongkok yang tentunya saat ini tidak bisa lagi datang ke Indonesia. Sementara di Singapura yang notabena negara transit, ikut berdampak dengan sepinya pengunjung," katanya seraya menyeruput Ice Coffee Lekker yang disajikan.

Lumpuhnya pariwisata tanah air diperburuk dengan aksi Kerajaan Arab Saudi (KSA) yang menutup aksesnya untuk Indonesia dan sejumlah negara Asia lainnya. Hingga kini, jamaah umrah tanah air belum bisa masuk ke KSA dan harus molor dari jadwal yang sudah ditetapkan. Bahkan, banyak jamaah yang tidak tahu kepastian nasibnya sehubungan dengan kebijakan KSA.

Bamsoet optimis perjalanan umrah segera normal seperti sediakala. AKURAT.CO/Andre



Lantas, langkah apa yang diambil pemerintah dalam menangani penyebaran corona?

"Pertama, adalah hal yang Wajar bila KSA melakukan itu. Sebab, Mekkah merupakan tempat berkumpulnya jutaam umat Islam dari penjuru dunia. Tapi pemerintah tidak tinggal diam. Kami sudah melakukan komunikasi dengan KSA. Kami sudah sampaikan agar pemerintah KSA segera mencabut larangan itu," tegas Bamsoet memastikan.

Langkah preventif pemerintah lainnya adalah dengan melakukan karantina di beberapa titik. Secara taktis, pemerintah juga sudah memiliki alat yang bisa mendeteksi penderita virus corona.

"Sudah dikonfirmasi ke Kemenkes dan sudah bisa digunakan. Harapannya, umrah bisa berjalan seperti sediakala," harapnya.

Bamsoet juga berharap agar masyarakat tetap tenang dengan isu tersebut. Sebab, virus corona tidak semenakutkan yang diberitakan.

"Hingga kini belum ada korban jatuh. Itu yang menjadi dasar pemerintah belum melakukan travel warning dan tindakan agrasif lainnya. Virus ini berbeda dengan SAR yang notabene jauh lebih barbahaya dan tingkat kematiannya lebih tinggi. Saya pun enggak 'parno' kok salaman sama orang," pungkasnya sambil tertawa lebar.








baca juga:

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu