News

Israel Kembali Bombardir Gaza, Buntut Kiriman Balon Pembakar oleh Hamas

Balon Api Palestina Masih Picu Kebakaran, Israel Kembali Bombardir Gaza 


Israel Kembali Bombardir Gaza, Buntut Kiriman Balon Pembakar oleh Hamas
Asap dan api terlihat membumbung setelah serangan udara Israel meletus di Jalur Gaza utara, Kamis (17/6) malam waktu setempat (Mohammed Salem/Reuters)

AKURAT.CO, Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke Gaza untuk kedua kalinya minggu ini.

Seperti diwartakan CNN, serangan itu baru saja dikonfirmasi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dan terjadi usai rentetan balon pembakar yang dikirim militan Palestina picu delapan kebakaran di Israel selatan.

Diketahui, serangan pertama dari IDF ke Gaza terjadi pada Rabu (16/6) malam waktu setempat. Dalam serangan itu, IDF menargetkan apa yang dikatakannya sebagai kompleks militer yang dioperasikan Hamas di Khan Younis dan Gaza City. 

Serangan yang meletus pada Rabu itu menandai eskalasi pertama sejak Israel-Hamas sepakat melakukan gencatan senjata pada 21 Mei lalu. Serangan itu juga telah dikonfirmasi sebagai 'balasan' atas kiriman balon api dari militan Hamas yang sebelumnya memicu hingga 20 kebakaran di ladang masyarakat di Israel selatan. 

Kurang dari 48 jam kemudian, saat peluncuran balon dari Gaza berlanjut, IDF melakukan serangkaian serangan udaranya ke jalur Gaza. Serangan dari IDF ini berlangsung pada Kamis (17/6) malam waktu setempat.

Dalam pernyataan itu, IDF mengatakan mereka menargetkan kompleks militer dan situs peluncuran milik Hamas.

Hingga kini, belum ada laporan tentang korban jiwa atau terluka, baik itu dalam serangan pada Rabu atau Kamis malamnya.

Sementara, pada Rabu lalu, Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa pesawat mengebom sebuah situs di daerah Maen, selatan Khan Younis, dan satu lagi di selatan Kota Gaza. Serangan ini dikatakan telah memicu kerusakan material di sekitarnya.

Eskalasi Israel-Gaza ini menjadi bentrokan berujung kekerasan pertama yang terjadi sejak pemerintah koalisi baru Israel, yang dipimpin Naftali Bennet berhasil menggulingkan Benjamin Netanyahu. 

Namun, dalam eskalasi ini, Hamas maupun Israel terlihat saling menahan untuk mencegah eskalasi besar-besaran terjadi. 

Saat militan Palestina mengirimkan balon pembakarnya, serangan Israel pada Rabu dilaporkan hanya terjadi sekitar 10 menit, seperti diungkap oleh BBC. Kemudian, setelah serangan udara dari IDF meletus, Hamas juga terlihat menahan diri dan tidak balik menanggapi serangan dengan roket-roketnya. 

Kendati demikian, ketegangan antara Israel-Hamas dinilai masih rentan terjadi lantaran situasi sepanjang perbatasan Israel-Gaza yang masih rapuh. Lalu, jika kedua belah pihak salah taktik atau perhitungan, eskalasi seperti pertempuran bulan lalu pasti tidak dapat terelakkan. 

Sementara seperti diketahui, konflik 11 hari pada bulan lalu sudah melukai ribuan orang dan menelan ratusan nyawa. Sebagaimana diberitakan Al Jazeera pada 22 Mei, korban tewas di sisi Palestina saat itu mencapai setidaknya 248 orang, 66 di antaranya adalah anak-anak. Sedangkan di sisi Israel, sedikitnya 12 orang meninggal, dua di antaranya adalah anak-anak.

Pun, pada Kamis malam, Kepala Staf IDF sudah melakukan penilaian situasi, termasuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran antara Israel dan Hamas.

Lalu apa sebenarnya balon pembakar yang memicu serangan Israel ke Gaza minggu ini?

Balon Api Palestina Masih Picu Kebakaran, Israel Kembali Bombardir Gaza  - Foto 1
 Images/LightRocket via Getty Images

Balon pembakar sebenarnya adalah alat yang relatif sederhana. Ini mirip seperti balon helium yang sering terlihat seperti dekorasi pesta ulang tahun anak-anak. Namun, bedanya dengan balon helium biasa, balon pembakar ini dipasangi bahan peledak atau perangkat yang dinyalakan terlebih dahulu dengan api. 

Para militan meluncurkan balon-balon ini dari Gaza dan angin dari Laut Mediterania membantu mendorong mereka ke wilayah Israel.

Diwartakan BBC, Hamas mengatakan balon-balon api ini dikirim ke wilayah Israel sebagai balasan atas aksi kelompok nasionalis Israel di kawasan pendudukan Yerusalem Timur.

Sementara pada gilirannya, para pejabat Israel mengatakan serangannya adalah bagian dari pesan untuk Hamas bahwa setiap provokasi akan dibalas dengan 'kekerasan'.[]