Lifestyle

Balenciaga Hapus Akun Media Sosial Twitter, Setelah Elon Musk Jadi Pemilik Baru

Balenciaga Hapus Akun Media Sosial Twitter, Setelah Elon Musk Jadi Pemilik Baru
Ilustrasi Balenciaga menghapus aku media sosial Twitter milikinya (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO, Merek Fashion asal Prancis, Balenciaga menghapus akun media sosial Twitter mereka, setelah platform media sosial berlambang burung biru itu diakuisisi Elon Musk. 

Balenciaga pun menjadi merek fashion pertama yang melakukan aksi ini.

Pihak Balenciaga telah mengonfirmasi kebenaran info ini kepada laman Vogue. Namun, mereka menolak menjelaskan alasannya maupun memberikan pernyataan resmi sementara ini.

baca juga:

Rumah mode Prancis ini menjadi akun fashion besar terverifikasi yang hengkang dari Twitter. 

Sebelumnya ada Gigi Hadid, Whoopi Goldberg dan Shonda Rimes, yang memutuskan tak lagi menggunakan media sosial berbasis microblogging tersebt.

Sejumlah brand ternama pun menghentikan sementara pemasangan iklan di Twitter tak lama setelah Twitter berganti kepemilikan. Mereka adalah General Motors, Dyson, United Airlines dan Pfizer.

Dalam upaya untuk menenangkan ketakutan pengiklan ini, Elon Musk mengadakan Twitter Space minggu lalu dan menyampaikan keprihatinan mereka, membagikan niatnya untuk menangani akun palsu dan ujaran kebencian di aplikasi.

Banyak netizen juga memprediksi aksi Balenciaga ini, akan memicu sebuah gerakan besar. Bukan tidak mungkin merek fashion besar lainnya akan mengikuti jejaknya untuk melakukan hal yang sama.

Memang Elon Musk belakangan menjadi sumber pemberitaan lantaran minatnya terhadap platform jejaring sosial, Twitter.

Drama akuisisi, langkah hukum, dan gontok-gontokan dengan para pemegang saham dan para petinggi tampaknya tak cukup walau akhirnya Twitter resmi dimiliki Elon Musk.

Setelah sah menjadi milik SpaceX itu, Twitter juga langsung melakukan PHK atau pemutusan hubungan kerja massal. Setelah memecat ribuan karyawannya, Elon Musk mengatakan Twitter terancam bangkrut.

Dilansir dari laman Reuters, Rabu, 16 November 2022, pengumuman itu muncul beberapa jam setelah email massal, di mana Elon Musk memperingatkan bahwa perusahaan mungkin tidak bertahan dari penurunan ekonomi yang akan datang. Itu jika gagal meningkatkan pendapatan langganan untuk mengimbangi pendapatan yang berkurang dari iklan.

Reuters melaporkan bahwa kekacauan di Twitter juga dipicu oleh keluarnya para eksekutif utama. Adapun beberapa petinggi yang minggat dari Twitter termasuk Chief Information Security Officer, Yoel Roth.

Roth mengawasi tanggapan Twitter terhadap ujaran kebencian, informasi yang salah dan spam.[]