News

Balas Roket Hamas, Israel Bombardir Gaza dari Udara dan Tewaskan 21 Warga Palestina

Setidaknya 21 warga Palestina jadi korban serangan udara Israel


Balas Roket Hamas, Israel Bombardir Gaza dari Udara dan Tewaskan 21 Warga Palestina
Gambar situasi di Jalur Gaza utara pasca serangan udara dari Israel. (Mohammed Salem/Reuters)

AKURAT.CO, Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Yerusalem telah memantik konflik hebat di jalur Gaza. Tak lama setelah kerusuhan, kelompok militan Hamas menembakkan roket-roketnya ke Israel pada Senin (10/4) hingga tengah malam waktu setempat.

Setelahnya, Israel membalas dengan memborbadir Gaza dari udara. Akibat serangan udara Israel ini, lebih dari selusin warga Palestina akhirnya meregang nyawa. 

Laporan tentang jumlah warga Palestina yang jadi korban disampaikan pada Senin oleh Kementerian Kesehatan Gaza. Kepada surat kabar Aljazeera, Kementerian membeberkan bahwa setidaknya 21 warga Palestina jadi korban, termasuk di antaranya adalag anak-anak. Sementara korban luka mencapai hingga 65 orang.

Sementara The Guardian menambahkan bahwa jumlah anak-anak yang tewas mencapai 9 orang.

Sebelumnya, Hamas memberi ultimatum kepada Israel untuk mundur dari kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Karena ultimatum tidak kunjung direspons, Hamas yang berkuasa di Gaza, akhirnya mulai menembakkan puluhan roketnya ke Israel.

Setelahnya, penduduk Yerusalem mulai melaporkan bahwa mereka mendengar sirene serangan udara hingga ledakan tak lama setelah jam 6 sore waktu setempat. Itu tepat ketika ultimatum dari Hamas berakhir.

Selain itu, suara sirene juga meraung-raung di dekat kota pesisir Ashkelon dan di daerah lain yang dekat dengan perbatasan Gaza. Tentara Israel mengatakan bahwa mulanya, ada sekitar tujuh ledakan, satu berhasil diredam. Setelahnya, tembakan roket terus berlanjut dan terbang ke arah Israel selatan.

Saat itu, tentara Israel juga mengatakan ada seorang warga sipil di selatan negara yang menderita luka ringan. Dijelaskan pula bahwa ia mendapatkan lukanya ketika sebuah kendaraan diserang oleh rudal anti-tank dari Gaza.

Sayap militer Hamas kemudian mengaku bertanggung jawab atas gelombang pertama tembakan roket. Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan bahwa serangan itu adalah tanggapan atas 'kejahatan dan agresi Israel di Kota Suci, dan pelecehannya terhadap orang-orang Palestina di Masjid Sheikh Jarrah dan al-Aqsa'.

"Ini adalah pesan yang harus dipahami musuh dengan baik," kata juru bicara bicara sayap militer Hamas, Abu Obeida, sembari mengatakan bahwa Hamas akan meluncurkan lebih banyak serangan jika pasukan Israel masuk kembali ke kompleks Masjid Al Aqsa atau melakukan pengusiran paksa terhadap keluarga Palestina dari lingkungan Yerusalem Timur.

Tak butuh lama, Perdana Menteri Israel Netanyahu bergegas mengeluarkan pidato yang isinya menuduh Hamas telah melewati 'batas' karena tembakan roket terbarunya. Saat itu, Netanyahu juga menjanjikan tanggapan keras untuk Hamas. 

"Siapapun yang menyerang kami, akan membayar mahal," kata Netanyahu.

Sementara dalam serangannya, Israel mengatakan telah menewaskan sedikitnya tiga militan Hamas.

"Kami telah mulai, dan saya ulangi, mulai menyerang sasaran militer di Gaza," kata juru bicara militer Israel Letkol Jonathan Conricus kepada wartawan.

Menyusul itu, sumber Hamas mengatakan kepada BBC bahwa seorang komandan Brigade Izzedine al-Qassam, Mohammed Abdullah Fayyad, telah tewas.

Selama beberapa hari terakhir, Yerusalem dilanda kekerasan terburuk di mana Israel dan warga Palestina berselisih terutama tentang pembangunan pemukiman ilegal Yahudi di lingkungan Sheikh Jarrah.

Reuters via BBC

Bentrokan terus berlanjut hingga korban yang terluka terus bertambah. Dalam laporan terbaru, lebih dari 500 warga Palestina dan 21 petugas polisi Israel terluka. Rekaman dari tempat kejadian juga masih menunjukkan situasi kerumunan orang berlarian di depan masjid melalui kepulan asap. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co