News

Balas Dendam, Israel Luncurkan Pesawat Tempur Bombardir Gaza

Balas Dendam, Israel Luncurkan Pesawat Tempur Bombardir Gaza
Garis-garis cahaya terlihat saat sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza menuju Israel, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel, Kamis (21/4) (Reuters/Amir Cohen)

AKURAT.CO  Buntut serangan roket kedua yang diluncurkan dari kantong Palestina, Israel kembali menyerang Gaza. Dalam serangan terbaru, Tel Aviv meluncurkan beberapa pesawat tempurnya, mencoba memborbadir Gaza tengah.

Pejabat Hamas dan sumber militer Israel, keduanya mengonfirmasi serangan itu, yang dilakukan sebelum fajar pada Kamis (21/4) waktu setempat.

Hamas, gerakan Islam yang menguasai Gaza, mengatakan telah menembakkan roket darat-ke-udara ke pesawat-pesawat Israel. Sejauh ini, tidak ada korban yang dilaporkan, kata saksi mata.

baca juga:

Sementara itu, militer Israel menyampaikan bahwa jetnya telah menargetkan pos militer dan kompleks terowongan yang katanya mengandung bahan kimia mentah untuk pembuatan mesin roket.

Sebelumnya, sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam sebuah kota di Israel selatan, Sderot. Insiden ini menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah rumah tetapi tidak ada korban luka, kata polisi. Belum ada ada faksi yang mengaku bertanggung jawab atas serangan kedua ke Israel dalam beberapa hari ini.

Meningkatnya kekerasan di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki telah menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya konflik yang lebih luas.

Sejak Maret, lapor Reuters, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina dalam serangan Tepi Barat. Sementara, serangkaian serangan mematikan yang dilakukan warga Palestina dan Israel-Arab telah menewaskan 14 orang di Israel.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan pemboman Israel hanya akan mendorong warga Palestina untuk 'melawan pendudukan dan meningkatkan dukungan mereka untuk Yerusalem dan rakyatnya'.

Konfrontasi telah pecah di Kota Tua Yerusalem, khususnya di kompleks masjid Al-Aqsa, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci. Konflik di Yerusalem ini menimbulkan 'risiko kambuh' seperti perang 11 hari Israel-Gaza tahun lalu. Saat itu, konflik memakan lebih dari 250 nyawa warga Palestina di Gaza dan 13 orang di Israel. 

Ketegangan tahun ini meningkat juga sebagian disebabkan oleh bulan suci Ramadan yang bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi.

Dengan mengizinkan lebih banyak jemaah Yahudi masuk ke kompleks suci, warga Palestina mengatakan Israel melanggar kebijakan berabad-abad yang menurutnya non-Muslim boleh berkunjung tetapi tidak berdoa.

Baca Juga: Serangan di Masjidil Aqsa di Bulan Ramadan Dikhawatirkan Menimbulkan Konflik Baru Palestina-Israel

Para pemimpin Israel mengatakan mereka memastikan kebebasan beribadah untuk semua agama di Yerusalem.

Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam dan juga dihormati oleh orang-orang Yahudi sebagai lokasi dua kuil kuno.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur, termasuk tempat-tempat suci Muslim, Kristen, dan Yahudi, sebagai ibu kota negara masa depan.

Sementara Israel, yang mencaplok Yerusalem Timur setelah perang tahun 1967, menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kota abadinya.[]