Tech

Balai Bahasa Jateng Susun Kamus Digital Budaya Jawa

Kosakata dan istilah budaya Jawa mulai tidak populer di masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga dihadirkan Kamus Budaya Jawa.


Balai Bahasa Jateng Susun Kamus Digital Budaya Jawa
Ilustrasi menggunakan kamus digital pada ponsel. (pixabay.com/difisher)

AKURAT.CO Sebagai lembaga kebahasaan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sedang melakukan penyusunan Kamus Digital Budaya Jawa untuk mendukung program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Hal tersebut mengingat mengingat pentingnya kosakata budaya untuk disumbangkan menjadi lema (kata atau frasa) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 

"Aplikasi pengusulan kosakata berbasis android dan web yang kini tengah dikembangkan tersebut (KBBI dalam Jejaring) telah banyak memuat kosakata berbagai bahasa daerah untuk menjadi bagian dari pemutakhiran KBBI,” ungkap Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Ganjar, melalui laman resmi Kemendikbud. 

Ganjar juga menjelaskan bahwa tujuan penyusunan Kamus Budaya Jawa ini adalah untuk menyajikan kosakata budaya Jawa karena kosakata budaya Jawa belum semua tergali; melakukan upaya pengayaan kosakata budaya Jawa yang diharapkan dapat diusulkan menjadi bagian lema KBBI V sebab daya ungkap lema-lema budaya Jawa di KBBI masih terbatas; dan  memasyarakatkan kembali kosakata budaya Jawa secara luas.

Kosakata dan istilah budaya Jawa sendiri mulai tidak populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga perlu mendapat perhatian khusus, dengan menghadirkan aplikasi Kamus Budaya Jawa yang memadai.

Aplikasi tersebut dinilai dapat memudahkan pengguna Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengusulkan kosakata baru yang muncul dan digunakan oleh masyarakat dalam ragam komunikasi secara nasional. Kosakata-kosakata bahasa daerah yang diusulkan melalui tahap penyeleksian dan penyuntingan secara berlapis oleh tim KBBI berdasarkan syarat-syarat yang telah ditetapkan. 

"Hingga saat ini setidaknya sudah ada penambahan sekitar 100.000-an kosakata bahasa daerah dan istilah khusus bidang ilmu tertentu yang menjadi bagian dari lema-lema dalam KBBI edisi V," kata Ganjar. 

Kegiatan Penyusunan Kamus Budaya Jawa diawali dengan pelaksanaan Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa yang meliputi beberapa bidang. Diantaranya, bidang maritim dan kenelayanan, bidang pertukangan dan arsitektur, bidang seni dan budaya Jawa (batik, tari, kerajinan tradisional, karawitan, kesenian rakyat), bidang pertanian, perkebunan, perhutanan, bidang peternakan dan pembudidayaan, bidang kesehatan dan pengobatan tradisional, serta bidang wisata alam dan kuliner tradisional Jawa. 

"Seiring perkembangan teknologi informasi yang pesat, pengomputasian menjadi alternatif yang paling memadai untuk mendukung kerja penyusunan kamus. Penyusunan Kamus Budaya Jawa ini menggunakan data berupa hasil wawancara dengan para informan di lapangan terkait kosakata budaya Jawa," jelas Ganjar. 

Sementara itu, tim penyusun kamus ini melibatkan pamong budaya untuk membantu mengarahkan para pelaku seni budaya, pengrajin, dan orang-orang yang memiliki pengetahuan budaya Jawa di Jawa Tengah. Setelah data-data tersebut berhasil dikumpulkan, kemudian disusun  menggunakan model penginputan dengan format excel. Setelah itu, dipilah dan disusun secara alfabetis.