News

Bakal Dilantik Jokowi Sebagai KSAD Baru, 5 Fakta Menarik Letjen Dudung Abdurachman

Presiden Jokowi akan melantik Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru


Bakal Dilantik Jokowi Sebagai KSAD Baru, 5 Fakta Menarik Letjen Dudung Abdurachman
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman (AKURAT.CO/Badri)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru, siang ini Rabu (17/11), di Istana Negara.

Tidak hanya melantik KSAD baru Dudung Abdurachman, siang ini Presiden Jokowi juga akan melantik calon panglima TNI terpilih, Andika Perkasa. Sebelumnya, jabatan KSAD sendiri dipangku oleh Andika Perkasa, sebelum dirinya terpilih menjadi panglima TNI.

Dudung Abdurachman sudah diprediksi bakal menduduki jabatan KSAD, setelah Andika Perkasa menjadi panglima TNI. Guna mengetahui lebih banyak akan sosok KSAD baru, berikut beberapa fakta penting Dudung Abdurachman.

1. Biografi singkat Dudung Abdurachman

Dudung Abdurachman lahir di Bandung, 19 November 1965. Dudung Abdurachman disebut masih memiliki darah keturunan Sunan Gunung Jati Cirebon, yakni dari jalur Pangeran Sumbu Mangkurat Sari atau Pangeran Trusmi.

2. Riwayat pendidikan Dudung Abdurachman

Dudung Abdurachman menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA di Bandung, dari tahun 1972 hingga 1985. Setelah lulus dari SMA N 9 Bandung, ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Militer di Magelang.

Sementara riwayat pendidikan militer Dudung dilalui melalui Akmil pada tahun 1988, Sesarcabif pada 1988, Diklapa-I, Dik PARA, Diklapa-II, Seskoad, Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI, hingga Lemhannas.

3. Perjalanan karier Dudung Abdurachman

Perjalanan karier Dudung Abdurachman di militer dimulai dari menjadi Danton III Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1989—1992). Perlahan tapi pasti, karier Dudung pun terus melejit.

Karier Dudung semakin mentereng saat ia berpangkat Brigadir Jenderal. Pasalnya, saat itu ia sempat menjabat Wagub Akmil (2015-2016). Setelah itu, Dudung kemudian diangkat menjadi staf khusus KSAD dan Waaster KSAD.

Tahun 2018 lalu, Dudung kemudian dipromosikan menjadi Gubernur Akmil, dengan pangkat Mayor Jenderal (Mayjen). Selanjutnya pada 27 Juli 2020, ia diangkat sebagai Pangdam Jaya menggantikan Letjen Eko Margiyono.

Pada 25 Mei 2021, Dudung Abdurachman kemudian diangkat sebagai Pangkostrad. Menariknya, belum genap enam bulan ia menjabat sebagai Pangkostrad, kini ia kembali naik jabatan sebagai KSAD.

4. Penghargaan di bidang militer

Selama menjalani karier di dunia militer, berbagai penghargaan sudah dikantongi Dudung Abdurachman. Termasuk penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satyalancana Kesetiaan XXIV, Satyalancana Kesetiaan XVI, dan  Satyalancana Kesetiaan VIII.

5. Kontroversi Dudung Abdurachman

Dudung Abdurachman dikenal sebagai sosok yang tegas. Bahkan, karena ketegasannya ia sempat menuai kontroversi, yakni saat menyebut agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Padahal, saat itu pemerintah belum membubarkan FPI.

Tidak hanya menyebut akan membubarkan FPI, Dudung Abdurachman juga memerintahkan anggotanya untuk mencopot baliho FPI dan poster Habib Rizieq Shihab. Kejadian tersebut pun sempat menuai kontroversi.

Namun, tidak lama setelah Dudung Abdurachman menyebut jika FPI harus dibubarkan, ternyata pemerintah secara resmi membubarkan organisasi tersebut.

Itu dia beberapa fakta menarik sosok KSAD baru, Dudung Abdurachman. []