News

Bak Sinetron, Dua Wanita Rusia ini Tertukar saat Bayi

Gulsina dan Alyona baru mengetahui bahwa mereka tinggal di keluarga yang salah setelah 38 tahun atau hampir empat dekade lamanya


Bak Sinetron, Dua Wanita Rusia ini Tertukar saat Bayi
Vasilya Baimurzina dan Valentina Baulina menghabiskan 38 tahun membesarkan anak yang sama sekali tidak mirip dengan mereka (Newsflash)

AKURAT.CO, Kisah bayi yang tertukar di rumah sakit tidak hanya terjadi di sinetron, tetapi juga di kehidupan nyata.

Seperti diwartakan Metro UK hingga NewsWeek, kisah itu dialami oleh dua wanita asal Rusia, Gulsina Baimurzina dan Alyona Baulina.

Gulsina dan Alyona, keduanya pun baru mengetahui bahwa mereka tinggal di keluarga yang salah setelah 38 tahun atau hampir empat dekade lamanya.

Cerita keduanya sendiri berawal pada 29 Juli 1982 silam. Saat itu, Gulsina dan Alyona dilahirkan di rumah sakit bersalin Kizil, Kizilskoye. Ketika lahir itu, keduanya juga terlihat begitu berbeda. Gulsina lahir dengan rambut pirang dengan mata biru, sementara Alyona berambut gelap dan bermata cokelat.

Ketika diserahkan itu, baik ibu Gulsina dan Alyona, keduanya belum menyadari ada yang salah. Namun, lambat laun, saat Gulsina dan Alyona semakin beranjak besar, keduanya mulai diganggu omongan tetangga.

Para tetangga pun menyebut bagaimana Gulsina dan Alyona berbeda dari ibu dan keluarga mereka. Gulsina misalnya, ia tampil begitu mencolok dengan rambut pirangnya. Padahal, semua anggota keluarganya memiliki rambut yang hitam pekat. Perbedaan itu juga sangat terlihat dari kulit Gulsina. Ia sejak lahir berkulit cerah, sedangkan keluarganya cenderung berkulit gelap.

Tampilan fisik yang berbeda itu pun akhirnya mulai terang-terangan dibahas oleh saudara Gulsina yang bernama Gulsana.  

"Gulsina berkulit cerah sejak lahir, dan saya gelap. Kami melihat bahwa dia tidak seperti kami, tetapi kami (mulanya) tidak mementingkan hal itu.

"Tapi desas-desus yang menyebar mengatakan bahwa anak yang berkulit terang tumbuh di sini, dan yang gelap hidup desa lain.

"Ibuku tidak mau percaya, karena dia selalu menganggap Gulsina sebagai putrinya," ujar Gulsana pada outlet lokal 74.ru.

Akhirnya, karena gosip tetangga hingga kecurigaan akan tampilan fisik itu, keluarga Gulsina memutuskan untuk tes DNA. Dari situlah, semua kebenaran mulai terungkap. 

Gulsina memang bukanlah darah daging dari ibunya, Vasilya Baimurzina. Demikian pula dengan Alyona, ia tidak lahir dari rahim wanita bernama Valentina Baulina. Selain itu, terkuak pula bahwa Gulsina dan Alyona memang lahir di rumah sakit yang sama. Namun, entah bagaimana label nama mereka terlepas dan saat ditempelkan kembali, keduanya tertukar.

Hingga kini memang belum diketahui di mana dan kapan tag nama Gulsina dan Alyona secara tidak sengaja bertukar. Namun, seperti terlihat, ibu Gulsina dan Alyona kebetulan memiliki inisial nama depan dan belakang yang sama, yakni 'V' dan 'B'.

Karena penemuan ini, Gulsina dan Alyona pun mengaku begitu terkejut. Mereka juga terus terang mengatakan bahwa kesalahan rumah sakit telah membawa dampak yang begitu signifikan terhadap hubungan keluarga mereka.

Karena itulah, ibu keduanya juga sepakat untuk menuntut pihak rumah sakit dan meminta kompensasi dari Kementerian Keuangan Rusia. Sidang pertama keduanya berlangsung pada 27 April lalu. Di sidang itu jugalah, keluarga Gulsina dan Alyona kompak meminta kompensasi masing-masing 10 juta Rubel (Rp1,9 miliar).

Sementara pihak rumah sakit diketahui telah mengeluarkan permintaan maafnya. Namun, dalam pernyataannya itu, rumah sakit juga menjelaskan bahwa staf yang bertanggung jawab atas insiden sudah wafat.

Jadi, misteri bagaimana kesalahan ini bisa terjadi selamanya tidak akan pernah bisa diungkap.

"Kami tidak mengerti bagaimana tag nama bayi bisa tertukar saat lahir. Untuk menghindari kebingungan, tag biasanya terdiri dari nama belakang ibu yang melahirkan, tanggal, hingga berat badan. Label itu lalu diikat dengan pena.

"Kemudian ada satu tag besar yang diikat di atas popok saat ibu menyusui. Tetapi tag ini juga tidak dibuang meski popok diganti. karena itu, sejujurnya, sulit bagi saya untuk membayangkan bagaimana ini bisa terjadi.

"(Namun) Anggota staf yang terlibat pada saat itu sudah meninggal, yang berarti mungkin tidak akan pernah ada jawaban tentang bagaimana sebenarnya kesalahan itu terjadi," ungkap manajer rumah sakit bersalin Kizil, Alla Vasilyeva.

Sementara manajer rumah sakit sudah meminta maaf, keluarga Gulsina memutuskan untuk tetap berteman dekat satu sama lainnya.

Gulsina pun sekarang melanjutkan hidupnya dengan menjadi seorang petugas kebersihan di sebuah sekolah. Sementara, Alyona menjadi seorang pengusaha.

Sidang keduanya pun rencananya akan dilanjutkan pada 18 Mei mendatang.

Kasus orang tua yang pulang dengan bayi yang salah sangat jarang terjadi, dengan hanya sekitar 17 kasus yang diketahui sepanjang sejarah. 

Media lokal Rusia juga pernah melaporkan sejumlah kasus serupa di mana korban berhasil mengantongi kompensasi hingga 1,5 juta Rubel (Rp288 juta).[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co