Ekonomi

Bak Secercah Cahaya di Kegelapan, Menko Airlangga Bersyukur Inflasi AS Menurun

Menko Airlangga: Alhamdulillah, Inflasi di AS sudah turun, ini tentunya menjadi sinyal baru bagi ekonomi dunia, sebab tekanan global akan semakin berkurang

Bak Secercah Cahaya di Kegelapan, Menko Airlangga Bersyukur Inflasi AS Menurun
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu meningginya angka Inflasi negara paman 'Sam' Amerika Serikat faktanya membuat sejumlah negara-negara kelimpungan tak terkecuali Indonesia.

Meskipun begitu menurut Badan Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat baru-baru ini merilis hasil laporan Inflasi menurun menjadi 8,5 persen (YoY) dari yang sebelumnya mencapai 9,1 persen (Yoy).

Melihat hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rasa syukur terhadap turunnya angka inflasi Amerika Serikat.

baca juga:

"Alhamdulillah, Inflasi di AS sudah turun, ini tentunya menjadi sinyal baru bagi ekonomi dunia, sebab tekanan global akan semakin berkurang dan tentunya ini menjadi niscaya bagi kita untuk semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Tak hanya itu saja, lanjutnya, melalui hal tersebut suku bunga Bank Indonesia relatif terjaga landai sehingga gewrak ekonomi bisa tumbuh 5,2 persen.

"Tingkat suku bunga Bi relatif dijaga lebih landai sehingga kita bisa menggerakkan perekonomian sampai dengan akhir tahun diperkirakan tetap 5,2%," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, kami berterima kasih sekali kepada Amerika Serikat, inflasi sudah mulai agak turun sehingga tekanan Global sudah mulai ada relaksasi itupun mulai terlihat tidak semuanya gelap, tetapi lebih terang lagi.

Sebagai Informasi, Perekonomian Indonesia tumbuh impresif sebesar 5,44% (YoY) pada Triwulan 2 tahun 2022 dan secara triwulanan, ekonomi nasional tumbuh 3,73% (QoQ). Bahkan PDB harga konstan jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi yakni sebesar Rp2.924 triliun. Capaian ini menandakan tren pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan semakin menguat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers tentang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal II tahun 2022, Jumat (5/08), mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibanding negara lain. Dua engine pertumbuhan ekonomi dunia yaitu China dan Amerika Serikat sedang dalam situasi stasioner dan Pemerintah berharap hal tersebut dalam jangka panjang tidak berdampak pada ekonomi di ASEAN.