Ekonomi

Bak Primadona, Koridor Timur Jakarta Kian Diburu Sektor Properti


Bak Primadona, Koridor Timur Jakarta Kian Diburu Sektor Properti
Aktifitas pembangunan apartemen di Tanjung Barat, Jakarta, Minggu (18/2). Survei Perkembangan Properti Komersial Bank Indonesia (BI) menunjukkan, terjadi kenaikan 0,58 persen. Kenaikan harga properti komersial terjadi pada segmen convention hall (1,88 persen) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Koridor timur Jakarta kini makin diburu oleh sejumlah pelaku properti, hal itu tampak dari sektor properti yang mulai bergeser ke koridor timur Jakarta, yakni Bekasi, Cikarang, Karawang, hingga ke arah Subang. Pergeseran itu dikarenakan banyak proyek pembangunan infrastruktur yang dibangun pemerintah di koridor timur, sehingga bisa menopang pertumbuhan properti dan kawasan industri di daerah tersebut.

Dengan berkembangnya koridor timur Jakarta, maka banyak perusahaan properti maupun kawasan industri gencar dan berlomba-lomba untuk membangun proyek-proyeknya. Salah satunya PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), lewat anak usahanya PT Suryacipta Swadaya yang berencana melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) Kota Industri bertajuk Subang Smart and Suistanable Industrial TownshipCity di Subang, Jawa Barat. 

Pengamat Properti Ali Tranghanda, memang saat ini telah terjadi pergeseran bisnis properti, dari tanah Jakarta ke arah koridor timur, mulai dari Bekasi, Karawang, hingga akan terus mengarah ke Subang. Maka dari itu, proyek properti dan kawasan industri memiliki prospek yang sangat baik hingga ke daerah Subang.

"Iya, jadi memang sangat potensialrospek sekali (pembangunan kawasan industri). Apalagi perumahan (Karawang atau Subang) di sana berbasis industri yang ada saat ini," ujar Ali kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (23/7/2020).

Tak hanya perusahaan Surya Semesta Internusa (SSIA) saja yang melihat prospek positif di koridor timur, tetapi banyak juga perusahaan lainnya yang sudah melihat.

"Memang sudah banyak perusahaan lainnya yang melihat potensi prospek koridor timur akan mengalami pertumbuhan yang baik," jelas Ali.

Pembangunan properti dan kawasan industri yang masif ke koridor timur Jakarta ini, dikarenakan didorong oleh pertumbuhan infrastruktur yang sudah sangat maju hingga ke tanah Subang. Bayangkan saja, di daerah Subang sudah ada Pelabuhan Patimban di Subang maupun, Bandara Kertajati di Majalengka yang akan terhubung oleh jalan tol sehingga mempermudah aksesibilitas logistik, hingga jalan tol yang akan menghubungi daerah Patimban - Subang.

Seperti diketahui, Surya Semesta Internusa (SSIA) menargetkan dapat memulai pembangunan Kota Industri bertajuk Subang Smart and Suistanable Industrial Township City Subang City of Industry pada September 2020 ini mendatang. Pada saat yang sama, SSIA juga akan memulai proses pre-marketing. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh komitmen untuk proyek ini pada 2021.

"Untuk mempercepat pengembangan proyek Subang Smart and Suistanable Industrial TownshipSubang City of Industry Industrial Estate, perusahaan berhasil mengakuisisi total 1.173 hektar lahan pada akhir 2019Saat ini, walaupun groundbreaking belum dilaksanakan, namun kami telah menerima banyak "inquiry dari berbagai investor asing maupun domestik khususnya dari industri otomotif, consumer goods, medical, alat kesehatan juga dari industri berbasis IT” ungkap Vice PresidentVP Sales dan Marketing PT Suryacipta Swadaya, Abednego PurnomoInvestor Relations SSIA Erlin Budiman.

Subang Smart and Suistanable Industrial TownshipCity Subang City of Industry dikembangkan seluas di area seluas 2.000 hektar yang ber. Lokasinya lokasi berada di sisi utara dan selatan Jalan Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) dan memiliki akses langsung ke Pelabuhan Patimban serta koneksi ke Jakarta, Bandung juga koridor industri di jalan tol Jakarta – Cikampek sehingga mempermudah aksesibilitas logistik.

Kota industri ini diklaim potensial berpotensi menjadi pusathub industri setelah Cikarang (Bekasi), dan Karawang yang sudah demikian padat. SSIA akan mengembangkan sisi selatan lebih dulu pada fase pertamau. Setelah itu, dilanjutkan dengan bagian utara yang secara keseluruhan memiliki akses langsung menuju Pelabuhan Patimban.

Tak tanggung-tanggung, guna mempercepat realisasi Subang Smart and Suistanable Industrial Township Subang City of Industry ini, SSIA menggandeng PT Jasa Marga (Persero) Tbk, untuk membangun infrastruktur pendukung dalam bentuk inisiasi Jalan Tol Subang-Patimban. 

Selain menggandeng PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang memiliki porsi saham 55 persen, SSIA juga mengajak serta PT Daya Mulia Turangga dengan porsi 10 persen, dan PT Jasa Sarana dengan porsi 10 persen. Porsi SSIA sendiri sebanyak 25 persen. Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun Jalan Tol Subang-Patimban sepanjang 37,7 kilometer ini senilai Rp7,53 triliun.[]