News

Bak Drama Vincenzo! Pria Ini Targetkan Para Penjahat untuk Dibunuh, Korbannya Capai 100 Orang

Sosok seperti Vincenzo di dunia nyata ternyata juga ada. Dia adalah pembunuh berantai ternama asal Brasil, Pedro Rodrigues Filho.


Bak Drama Vincenzo! Pria Ini Targetkan Para Penjahat untuk Dibunuh, Korbannya Capai 100 Orang
Pedro Rodrigues Filho ( Estudio News via LadBible)

AKURAT.CO, Serial televisi 'Vincenzo' tampaknya berhasil meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi para pencinta drama Korea atau K-drama. Ini terbukti dari bagaimana Vincenzo selalu sukses memperoleh rating tinggi dibanding seri K-drama lainnya.

Bahkan, meski ceritanya sudah tamat, Vincenzo masih selalu diulas hingga tak jarang warga yang berharap ada season lanjutannya.

Kesuksesan Vincenzo ini pun tidak terlepas dari alur ceritanya yang menarik dan tak terduga. Drama yang tayang di tvN ini dibintangi oleh Song Joong-ki yang berperan sebagai Vincenzo Cassano.

Dalam drama itu, Vincenzo dikenal sebagai seorang pengacara sekaligus mafia dari Italia. Vincenzo ini berperan sebagai anti-hero, di mana ia tak segan membunuh secara kejam para kriminal dan pejabat korup seperti bos Grup Babel dan antek-anteknya.

Meski drama itu hanya fiksi belaka, tetapi sosok seperti Vincenzo di dunia nyata ternyata juga ada. Meskipun bukan 'consigliere' atau pengacara, orang ini juga dikenal gemar melenyapkan para penjahat, termasuk penyelundup narkoba hingga pemerkosa.

Siapa dia?

Dia adalah pembunuh berantai ternama asal Brasil, Pedro Rodrigues Filho.

Seperti diwartakan Daily Star, Filho telah membunuh sekitar 100 orang, banyak dari mereka adalah penjahat. Karena inilah, Filho juga kerap disamakan seperti karakter fiksi Dexter Morgan dalam serial TV 'Dexter'.

Hampir mirip seperti Vincenzo, dalam acara TV itu, Dexter juga suka menganiaya dan membunuh para penjahat yang lepas dari jeratan hukum. Meski bedanya di cerita itu, Dexter adalah seorang ahli forensik.

Sementara itu, dalam kehidupan nyata, Filho menghabiskan sebagian besar hidupnya di penjara di negara asalnya.

Angka resmi korban yang dibunuhnya dilaporkan mencapai sekitar 71 orang. Namun, menurut pengakuannya, Filho mengklaim bahwa daftar orang yang ia bunuh sebenarnya lebih tinggi, yakni mencapai hampir 100-an.

Kendati dikenal sebagai pembunuh berantai, tetapi Filho sebenarnya juga menyimpan cerita kelam.

Filho lahir pada 17 Juli 1954 di sebuah peternakan di Santa Rita do Sapucai, selatan Minas Gerais. Namun, sebelum lahir itu, ibunya yang dipukuli ayahnya tepat di bagian perut. Inilah yang disebut-sebut menjadi pemicu mengapa Filho dilahirkan dengan tengkorak yang luka.

Filho pertama kali merasakan keinginan untuk membunuh ketika dia baru berusia 13 tahun. Waktu itu, Filho terlibat dalam perkelahian dengan seorang sepupu yang lebih tua. Dia mendorong pemuda itu ke dalam mesin press tebu. Insiden ini hampir merenggut nyawa sepupunya.

Setahun kemudian, barulah Filho melakukan aksi pembunuhan pertamanya. Saat itu, ia menembak mati wakil wali kota Santa Rita do Sapucai dengan senapan milik kakeknya. Dia menembaknya di depan balai kota karena telah memecat ayahnya sebagai penjaga sekolah.

Diketahui, sebelum dipecat, ayah Filho telah dituduh oleh korban mencuri mencuri makanan dari dapur sekolah. Dia kemudian membunuh seorang petugas keamanan, yang dicurigai sebagai pencuri sebenarnya. Filho berlindung di Mogi das Cruzes, Greater Sao Paulo, di mana dia mulai merampok sarang narkoba dan membunuh para penyelundupnya.

Bak Drama Vincenzo Pria Ini Targetkan Para Penjahat untuk Dibunuh, Korbannya Capai 100 Orang - Foto 1
Wikimedia via DailyStar

Kemudian ketika wanita yang dicintainya, Maria Aparecida Olympia, dibunuh oleh pemimpin geng saingannya, Filho mengambil alih untuk membalas dendam.

Filho mengamuk, menyiksa orang untuk mencari tahu siapa yang telah membunuh kekasih dan anaknya yang belum dilahirkan. Setelah menemukan pelakunya, Filho dan beberapa temannya melakukan pembantaian di sebuah pernikahan yang menewaskan tujuh orang dan menyebabkan 16 luka-luka. Saat itu, usia Rodrigues bahkan belum genap 18 tahun.

Pada 24 Mei 1973, Filho yang dijuluki 'Killer Petey' atau 'Pedrinho Matador', ditangkap untuk pertama kalinya. Sejak itulah, dia menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di balik jeruji besi, di mana dia telah merenggut banyak korbannya.

Bahkan, menurut catatan polisi, Filho pernah membunuh narapidana lain saat berada di dalam belakang mobil. Aksi itupun baru diketahui saat polisi membuka mobil dan menemukan korban yang sudah tak bernyawa. Padahal, saat itu, Filho dan korban sama-sama dalam kondisi sedang diborgol tangannya.

Filho bertanggung jawab atas kejahatan tersebut. Ia juga membenarkan aksinya dengan mengklaim bahwa korbannya itu adalah seorang pemerkosa.

Suatu kali, Filho diserang oleh lima narapidana. Namun, ia berhasil membunuh tiga dari mereka dan mengusir dua lainnya. Rodrigues juga membunuh teman satu selnya karena dia "terlalu banyak mendengkur" dan yang lain karena "tidak suka wajahnya".

Filho juga menyimpan pembunuhan paling brutal untuk ayahnya sendiri. Dia mengeksekusi ayahnya di penjara kota karena membunuh ibunya dengan 21 pukulan parang. Balas dendamnya kejam, selain 22 luka tusukan, ia merobek jantung ayahnya, mengunyah sebagian lalu meludahkannya.

Dia dijatuhi hukuman 126 tahun penjara. Namun hukum Brasil melarang penjahat apa pun untuk menjalani hukuman lebih dari 30 tahun di dalam penjara. Karena itulah, Filho mendapatkan sedikit pengecualian. Ia hanya mendekam 34 tahun di balik jeruji besi dan dibebaskan pada tahun 2007.

Lalu pada tahun 2011, Filho kembali ditangkap. Saat itu, ia pun dijerat berbagai tuduhan, termasuk kerusuhan hingga perampasan kebebasan. Dia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara sebelum mendapatkan kembali kebebasannya lagi pada tahun 2018.

Filho sejak itu menjadi selebriti di Brasil, dan memiliki saluran YouTube tempat dia membahas kejahatannya. Dilaporkan Filho membuat tato di lengan kirinya dengan tulisan: "Aku membunuh untuk kesenangan". Namun, tato itu dikabarkan telah ditutupi oleh tato lain.  

Menurut psikiater, Filho pernah digambarkan sebagai seorang psikopat, yakni seseorang yang tidak memiliki penyesalan dan belas kasihan kepada orang lain.

Namun, pada kasusnya, Filho terlihat masih mengembangkan kasih sayang, termasuk untuk ibu dan mantan pacarnya. Karena itulah, psikiater yang menganalisisnya pada tahun 1982 sempat menulis bahwa motivasi terbesar hidup Filho adalah 'penegasan keras dari diri sendiri'. Mereka lalu mendiagnosisnya sebagai orang dengan karakter 'paranoid dan antisosial'.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co