Ekonomi

Bahlil Tegaskan G20 Tak Abaikan Peran Pengusaha Nasional!

tak boleh ada persepsi Presidensi Indonesia di G20 tahun ini akan mengabaikan pengusaha nasional


Bahlil Tegaskan G20 Tak Abaikan Peran Pengusaha Nasional!
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan tak boleh ada persepsi bahwa Presidensi Indonesia di G20 tahun ini akan mengabaikan pengusaha nasional.

" Jangan ada satu persepsi dengan Forum G20 ini kemudian seolah-olah swasta nasional akan diabaikan. Itu tidak benar. Justru ini peluang yang tepat untuk kita memaksa pengusaha luar (FDI) untuk kolaborasi positif," seru Bahlil Lahadalia saat inagurasi forum Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20, Selasa (8/2/2022).

Ia mengatakan pemerintah mendorong kolaborasi antara investasi asing dan pengusaha dalam negeri. Di sisi lain, pemerintah  tengah menyusun aturan agar investasi asing dan dalam negeri bisa berkolaborasi dengan baik dan memberi manfaat.

baca juga:

Menurutnya saat ini fokus pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan momentum Presidensi G20 yaitu mendorong investasi berkelanjutan dan investasi inklusif.

“ Indonesia harus ada di posisi terdepan untuk bagaimana dalam memainkan perannya mendorong green energy. Kita mempunyai sumber daya alam yang sangat luar biasa,” ujar Bahlil Lahadalia. 

Terlebih agar setiap investasi yang masuk bermanfaat bagi pengusaha di daerah dengan adanya keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui momentum G20 ini, Kementerian Investasi/BKPM akan terus mendorong terwujudnya kolaborasi yang positif antara investor dengan pengusaha nasional didaerah, termasuk UMKM.

Seperti diketahui, Presidensi G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri atas 19 negara utama dan Uni Eropa yangmemiliki kelas pendapatan menengah hingga tinggi, serta negara berkembang hingga negara maju.

Anggota G20 terdiri atas negara-negara dari berbagai kawasan di dunia, yaitu Amerika Serikat,Kanada, Meksiko, Argentina, Brasil, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi,Turki, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Australia, dan Uni Eropa. Presidensi G20 tahun 2022 merupakan yang pertama bagi Indonesia selama bergabung menjadi anggota G20 sejak forum internasional tersebut dibentuk pada 1999. 

Saat itu, Indonesia berada dalam tahap pemulihan setelah krisis ekonomi 1997—1998 dan dinilai sebagai emerging economyyang mempunyai ukuran dan potensi ekonomi sangat besar di kawasan Asia. Secara resmi Presidensi G20 Indonesia dimulai pada 1 Desember 2021 sampai dengan serah terima presidensi berikutnya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) akhir tahun 2022 mendatang.