Ekonomi

Bahlil: Investasi Besar dari 3 Negara Ini Bakal Masuk RI Akhir 2021

Bahlil Lahadalia menyebutkan ada tiga negara, yang akan merealisasikan investasi cukup besar pada akhir 2021 yaitu AS, Australia dan Korea Selatan


Bahlil: Investasi Besar dari 3 Negara Ini Bakal Masuk RI Akhir 2021
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (8/6/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut akan ada tiga negara, yang akan merealisasikan investasi cukup besar pada akhir 2021. Ketiga negara itu diantaranya, Amerika Serikat (AS), Australia dan Korea Selatan.

"Investasi dari Australia cukup gede, dari Amerika yang akan masuk cukup gede juga. Kemudian dari Korea juga akan masuk. Di 2021 akhir itu mereka sudah melakukan realisasi. Tapi perusahaan apa dan berapa angkanya, nanti tunggu tanggal mainnya," jelas Bahlil dalam paparan realisasi investasi seperti dilansir dari Antara, Selasa (27/7/2021).

Bahlil menuturkan, sebagai hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah berhasil meraih investasi dari Cargill senilai Rp5,2 triliun. Cargill rencananya akan melakukan groundbreaking perluasan investasinya pada September atau Oktober mendatang.

Sementara itu, di sektor kesehatan, Bahlil juga mengundang investor investor asal Negeri Paman Sam untuk bisa masuk ke Indonesia. Menurut dia, investasi di sektor kesehatan di Indonesia memiliki potensi yang besar karena pasar dalam negeri yang bagus.

"Kita tahu 90% alat kesehatan kita impor, bahan baku untuk kesehatan juga impor bahkan vaksin semua juga kita impor. Maka kemarin (saat kunker ke AS) kita coba buka akses itu, dan insya Allah beberapa perusahaan akan masuk untuk membangun industri di dalam negeri," katanya.

Kendati mendapatkan respon positif akan masuknya investasi ke Indonesia, Bahlil mengingatkan bahwa prospek tersebut juga sangat tergantung pada upaya penanganan Covid-19.

"Insya Allah ke depan, investasi kita akan semakin baik selama kita mampu sama-sama menanggulangi Covid-19," pungkas Bahlil.

Kementerian Investasi/BKPM mencatat hingga Semester I 2021, realisasi investasi mencapai Rp442,8 triliun, atau sebesar 49,2% dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi sebesar Rp900 triliun.

Realisasi investasi itu terdiri dari realisasi PMA sebesar Rp228,5 triliun (51,6%) dan realisasi PMDN sebesar Rp214,3 triliun (48,4%).

Singapura, Hong Kong, China, Belanda dan Korea Selatan tercatat sebagai lima negara teratas yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia sepanjang Januari-Juni 2021.[]