Rahmah

Bahaya Melakukan Ramalan Tanpa Dasar, Bisa Berdampak Ditolaknya Salat Selama 40 Hari

Bahaya Melakukan Ramalan Tanpa Dasar, Bisa Berdampak Ditolaknya Salat Selama 40 Hari
Ilustrasi ramalan (Pixabay)

AKURAT.CO Di zaman yang sudah serba modern seperti sekarang masih banyak orang-orang yang menggunakan ramalan, sulap, dan lain sebagainya, untuk menentukan sesuatu yang akan terjadi. 

Ramalan dipahami sebagai usaha-usaha untuk mendapatkan pengetahuan atas pertanyaan atau situasi masa yang akan datang melalui cara-cara ritual tertentu. Ramalan sudah ada sejak zaman dahulu, dilakukan orang-orang yang jauh dari agama.

Dalam Islam sendiri segala bentuk ramalan itu diharamkan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 48, yakni:

baca juga:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

Innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dụna żālika limay yasyā`, wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman 'aẓīmā

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.

Selain itu, firman Allah lainnya terkait hal itu terdapat pada QS. An-Naml ayat 65, yakni:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Qul lā ya'lamu man fis-samāwāti wal-arḍil-gaiba illallāh, wa mā yasy'urụna ayyāna yub'aṡụn

Artinya: “Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan”.

Mengenai ramalan sendiri, secara khusus Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 34, yakni: