Lifestyle

Bahaya, Jangan Bilang Mandul ke Pasangan yang Belum Punya Anak!


Bahaya, Jangan Bilang Mandul ke Pasangan yang Belum Punya Anak!
Wawancara Dokter Ni Komang (AKURAT.CO/Bonifasius Sedu Beribe)

AKURAT.CO, Memiliki buah hati menjadi impian setiap pasangan suami-istri ketika menjalani kehidupan rumah tangga. Namun karena berbagai faktor dan kondisi kesehatan, bisa membuat setiap pasangan sulit memiliki keturunan.

Bagi pasangan yang sulit memiliki anak, khususnya sang istri yang tidak hamil-hamil akan memiliki beban pikiran. Mereka juga kerap cemburu pada orang terdekatnya yang punya anak.

Agar tidak menambah pikiran dan perasaannya makin terpuruk, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dikatakan kepada pasangan yang sulit punya keturunan.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, ketika dihubungi AkuratIntim, baru,-baru ini.

"Jangan sampai terlontar ucapan mandul ke orang yang belum memiliki anak. Kadang orang kita itu main bilang mandul. Mandul itu kan bahasa awam yang konotasinya kasar. Mandul itu justifikasi orang bawa orang itu tidak bisa menghamili untuk laki-laki atau tidak bisa hamil buat perempuan. Kata-kata seperti itu dari masyarakat yang menyebabkan depresi," ungkapnya.

Kata-kata mandul sendiri menurut dr. Yeni tidak pas diucapkan kepada pasangan yang sulit memiliki keturunan.

"Kalau konotasinya mandul itu seolah sama sekali tidak bisa hamil atau menghamili perempuan, tidak bisa sembarang bilang begitu. Siapa tahu hanya tidak subur, karena kekurangan sesuatu ada sesuatu hal yang menyebabkan tidak terjadinya pembuahan itu bisa upgrade (diatasi)," tambahnya.

Bagi pasangan yang lama memiliki keturunan, dokter Yeni juga menyarankan untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk mencari penyebab pasti mengapa lama punya anak.

"Tidak boleh lama-lama. Harus 12 bulan begitu tidak berhasil ada suatu kehamilan dalam rumah tangga, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Untuk secara psikisnya, dokter akan support, dokter akan mengkonsultasikan ada dilihat pasangan ini mulai patah semangat mulai depresi mulai stres itu biasanya kita akan konsulkan ke dokter yang menangani psikisnya jadi gak perlu takut," tutupnya.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co