Lifestyle

Tanda-tanda Pasti Kamu Orang yang Mudah Cemburu

Lalu apa gejala-gejala seseorang yang mempunyai penyakit suka cemburu? Yuk kenali gejalanya, agar tak jadi orang gampang cemburuan


Tanda-tanda Pasti Kamu Orang yang Mudah Cemburu
Ilustrasi pasangan yang mudha cemburu. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Rasa cemburu sering diasosiasikan dengan tanda cinta yang teramat sangat, tetapi kenyataannya tidak demikian. 

Sebab, setiap orang menampilkan rasa cemburunya dengan cara yang berbeda-beda, tergantung dari kepribadiannya masing-masing. 

Ada yang bisa mengungkapkan cemburu secara halus. Tapi, ada juga yang sampai menyakiti pasangannya secara fisik dan mental karena cemburu itu.

Sepatutnya kamu mengerti, rasa cemburu selalu berakhir pada perasaan negatif yang bisa merusak hubungan.

Neuropsychiatrist dari University of Pisa yakni Donatella Marazzi, mengatakan bahwa rasa cemburu bisa memicu gangguan kejiwaan yang lebih serius. Donatella menjelaskan bahwa area di dalam otak yang mengatur rasa cemburu disebut ventromedial prefrontal cortex—area yang mengatur rasa empati dan rasa bersalah di dalam diri manusia.

Ketika seseorang cemburu, perasaan itu juga berhubungan langsung ke amygdala, area lain di dalam otak yang mengatur rasa takut dan gelisah.

Jadi, mudah cemburu saja sudah memicu banyak perasaan negatif lainnya seperti rasa bersalah, takut, dan gelisah. Donatella Marazzi juga mengatakan bahwa rasa cemburu bukanlah sesuatu yang datang tanpa sebab. 

Menurut dia, ada ketidakseimbangan biokimia di dalam tubuh yang bisa menyulut tindakan berbahaya. Jadi, bukan hal yang mustahil kalau seseorang bisa bunuh diri atau membunuh orang lain karena rasa cemburu itu.

Lalu apa gejala-gejala seseorang yang mempunyai penyakit suka cemburu? Yuk kenali gejalanya, agar tak jadi orang yang gampang cemburuan.

Membuntuti media sosial pasangan

Membuntuti pasangan merupakan gejala cemburu paling awal. Di zaman digital ini, bisa disandingkan dengan kamu selalu melihat media sosial pasanganmu setiap menit seperti mengecek status-statusnya. 

Parahnya lagi, kamu juga mengecek status teman-temannya dengan cara menyadap akun media sosial pasangmu. Sebab, kamu ingin mencari tahu apakah ada orang lain yang mendekati pasanganmu atau tidak. 

Kalau ternyata ada orang lain yang menggoda atau mencoba mendekati pasanganmu, kamu langsung memaki-maki orang tersebut di sosial media lewat Direct Message (DM) lewat akun media sosial pasangan, dengan atas nama dirimu.

Joshua D. Duntley dan David M. Buss, dua peneliti dari The Richard Stockon College dan University of Texas, menerbitkan buku berjudul “The Evolution of Stalking” yang berisi tentang bagaimana proses membuntuti pasangan berubah mengikuti perkembangan zaman. 

Awalnya, membuntuti dilakukan dengan cara membuntuti target secara diam-diam kemana pun target pergi. Namun, istilah stalking media sosial milik pasangan di masa sekarang lebih mengacu ke tindakan membuntuti seseorang secara digital.

Menurut mereka, salah satu alasan seseorang melakukan membuntuti di sosial media adalah untuk menjaga pasangan dari orang yang akan merebutnya. Mereka juga menemukan bahwa 35% orang yang melakukan stalking ternyata memiliki rasa tidak percaya dan cemburu yang besar terhadap pasangannya.

Cepat mengambil kesimpulan yang salah

Kamu termasuk tipe cemburu, apabila insting kamu menganggap semua lawan jenis yang berhubungan dengan pasanganmu sebagai saingan yang harus disingkirkan. Padahal, bisa jadi mereka adalah rekan kerja atau klien dia. 

Dengan kata lain, kamu terlalu cepat mengambil kesimpulan yang salah karena instingmu. Jelas saja ini bisa membuat hidupmu dipenuhi dengan kecemasan karena khawatir suatu saat pasanganmu akan direbut orang lain.

Pengambilan keputusan yang hanya berdasarkan insting tanpa bukti hanya akan membuatmu melakukan tindakan yang salah. Terlalu cepat mengambil keputusan yang salah bisa membuat kamu melakukan segala upaya untuk mengekang pasangan, agar tidak sembarangan bergaul dengan orang lain.

Kalau kamu adalah tipe yang suka membatasi pergaulan pasangan demi melindunginya dari godaan orang lain, tindakan itu sama dengan menyalahkan fitrah manusia sebagai individu yang bebas. 

Tak segan menyalahkan pasangan di depan umum

Sekali dalam seumur hidup, kamu pasti pernah menyaksikan orang memaki-maki pasangannya di depan umum karena mendapati pasangannya sedang berjalan berdua dengan orang lain. 

Hal ini adalah contoh tingkah laku orang yang menahan rasa cemburunya sekian lama. Dikarenakan menyimpan cemburu terlalu lama, otak menjadi cepat mengambil kesimpulan dan tidak bisa berpikir secara sehat. 

Ketika dia menemukan momen yang pas, akhirnya segala emosinya dikeluarkan dengan cara berteriak-teriak menyalahkan pasangannya. Padahal, belum tentu pasangannya selingkuh. Bisa saja waktu itu dia sedang bersama adiknya, atau orang dekat lainnya.

Bila gejala-gejala cemburu ini tidak disadari, rasa cemburu bisa menjadi "kanker ganas" yang siap menggerogoti kamu dan pasangan. Kamu tidak perlu mencari gejala-gejala lain, selain ketiga gejala di atas. Cukup sadari salah satu ketiga gejala tersebut dan akui kalau kamu memang sering cemburu terhadap pasangan, maka rasa gampang cemburu bisa dihentikan atau setidaknya berkurang kadarnya.

Sebab, rasa cemburu yang bertujuan agar hubungan langgeng, malah menjadi boomerang retaknya hubunganmu dengan pasangan.

Ingat, kamu tak perlu cemburu berlebihan jika dia gak cakep-cakep amat, apalagi dia kere melulu. Rugi![]