Tech

Bahaya Doxing Mengintai Pengguna Aplikasi Kencan Online

Bahaya Doxing Mengintai Pengguna Aplikasi Kencan Online


Bahaya Doxing Mengintai Pengguna Aplikasi Kencan Online
Ilustrasi Kencan Online (dok. BBC)

AKURAT.CO, Selama beberapa dekade terakhir, dunia telah dengan cepat bergeser menuju praktik digitalisasi, termasuk dalam hal hubungan kencan. Di beberapa negara, aplikasi kencan menjadi cara paling populer bagi orang untuk bertemu dan komunikasi pasangan modern hampir tidak terbayangkan tanpa kehadiran media sosial.

Dengan berkembangnya jejaring sosial dan aplikasi kencan, komunikasi menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan jauh lebih nyaman.

Namun, ada sisi lain dari fenomena ini: dengan hubungan yang berpindah ke dunia digital, pengumpulan dan pemaparan publik atas data pribadi yang juga dikenal sebagai “doxing” telah menjadi perhatian utama.

Tim perusahaan keamanan siber Kaspersky melakukan survei, mengungkap ancaman dan perhatian utama yang dihadapi pengguna saat berkencan online.

Sebagai hasil, para ahli Kaspersky menemukan bahwa setiap pengguna ke-6 telah mengalami kejahatan doxing saat berkencan online. Penelitian Kaspersky menunjukkan setengah (54%) responden mengakui bahwa aplikasi kencan telah membuat segalanya lebih mudah.

Namun 55% mengklaim bahwa mereka takut diikuti oleh seseorang yang mereka temui secara online. Ini merupakan salah satu bentuk dari doxing.

Berbagi informasi pribadi secara berlebihan di aplikasi kencan dan media sosial adalah sesuatu yang dapat menyebabkan masalah besar di masa depan. Pengguna

meninggalkan jejak besar informasi pribadi mereka secara online sehingga membuatnya mudah untuk diambil dan digunakan bagi para doxer (pelaku doxing).

Akses Doxer ke alamat rumah target, tempat kerja, nama, nomor telepon, dll telah meningkatkan risiko untuk menjadikan ancaman dari dunia online tersebut ke dunia fisik. Misalnya, setiap enam (16%) responden mengaku pernah mengalami kejahatan doxing.

Selain itu, sebanyak 11% responden yang menghadapi kejahatan doxing saat berkencan online, tidak tahu bahwa mereka telah menjadi korban doxing.

Penelitian juga mengungkap lebih detail tentang ancaman privasi yang dihadapi pengguna saat berkencan online.

Sebanyak 40% orang yang diwawancarai mengakui bahwa, saat berkomunikasi secara online, pasangan mereka membagikan tangkapan layar percakapan tanpa persetujuan kedua pihak, mengancam untuk menyebarkan informasi pribadi yang ditemukan secara online, membocorkan foto intim mereka, atau membuntuti mereka di kehidupan nyata, yang juga merupakan konsekuensi langsung dari doxing.

Masalah yang paling umum adalah cyberstalking dengan 17% responden mengakui bahwa mereka telah diawasi di media sosial oleh orang yang sebelumnya tidak cocok (unmatched) di aplikasi kencan.[]