Lifestyle

Bahaya dan Cara Penanganan Shaken Baby Syndrome

Tindakan yang peling sering dilakukan yang bisa menciptakan Shaken baby syndrome adalah saat menidurkannya, diguncang secara keras


Bahaya dan Cara Penanganan Shaken Baby Syndrome
Ilustrasi tangan bayi (Pixabay)

AKURAT.CO, Menjaga dan merawat bayi butuh pengalaman dan keahlian khusus. Maka untuk ibu baru, Bunda disarankan berkonsultasi dengan dokter anak dan sebaiknya didampingi oleh orang yang lebih tua. Karena jika tidak hati-hati, salah satu masalah besar ini bisa menghampiri bayi yang akan menciptakan persolana besar lainnya. Itu adalah Shaken baby syndrome.

Shaken baby syndrome atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sindroma guncangan bayi, merupakan suatu kondisi cedera kepala yang serius akibat terlalu lama mengguncang kepala bayi saat menimangnya.

Tindakan yang peling sering dilakukan yang bisa menciptakan Shaken baby syndrome adalah saat menidurkannya, diguncang secara keras.

baca juga:

“Jadi kepalanya seperti terkocok-kocok,” kata dr. Lucia Nauli Tampubolon, SpA, Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Permata Cibubur, Jakarta, di chanel Gue Sehat, yang dikutip Akurat.co.

Tindakan ini biasanya dilakukan oleh pengasuh atau orangtua yang sedang frustasi atau depresi dengan bayi yang menangis tanpa henti. Sehingga, goncangan saat menimangnya dilakukan terlalu kuat untuk menenangkannya.

“Biasanya, bayi dibawah usia enam bulan, terutama usia 6-8 minggu. Itu fase-fase bayi rewel, tidak jelas nangisnya karena apa, orangtua juga mulai frustasi karena bayi sering menangis tanpa sebab yang jelas. Di situ sering terjadi Shaken baby syndrome tersebut,” jelasnya.

Maka langkah penyebab yang harus disingkirkan adalah Ayah dan Bunda harus memastikan pengasuh yang menjaga bayi adalah orang yang betul-betul sayang pada si kecil. Bahkan jika Bunda sedang mengalami babby blues dan depresi, sebaiknya didampingi oleh orang yang lebih dewasa.

“Jadi apabila bayi menangis, dia akan menimangnya dengan penuh kasih sayang, emosinya lebih stabil, sehingga tahu kenapa anak ini menangisnya berlebihan, apakah butuh digendong, lapar, kedinginan, atau popoknya harus diganti. Itu yang harus dilakukan terlebih dahulu,” bebernya.[]