Lifestyle

Bahaya Bully Ibu Baru Soal Menyusui, Bisa Buang Bayi Ke Sumur

Bahaya Bully Ibu Baru Soal Menyusui, Bisa Buang Bayi Ke Sumur seperti yang dilakukan tersangka Faridatul Hikmah (25) di jember


Bahaya Bully Ibu Baru Soal Menyusui, Bisa Buang Bayi Ke Sumur
Tersangka F sering dibully karena memberi bayinya susu formula atau tidak pakai ASI (Air Susu Ibu) dan dianggap wanita kurang sempurna. (Freepik/valuavitaly)

AKURAT.CO Seorang perempuan di Jember, Faridatul Hikmah (25), tega membuang bayinya ke sumur yang berada di dapur rumahnya. 

Bayi warga Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, ini bahkan diviralkan di media sosial (medsos).

Bayi malang tersebut sempat ramai dikabarkan hilang di medsos. Namun setelah dilakukan pencarian, bayi berusia sekitar 40 hari itu ditemukan dalam keadaaan tewas di dalam sumur.

baca juga:

Kepala Dusun Bregoh, Sumadris mengatakan bayi pertama kali ditemukan oleh Iqbal (20) yang tak lain tetangga korban.

Menurutnya, saat mendengar ada bayi hilang, Iqbal diketahui langsung datang ke rumah bayi dan berupaya ikut mencari.

Saat berada di dalam rumah, tutur Sumadris, Iqbal kemudian mengecek sumur yang berada di ruang dapur. Dengan menggunakan senter dia melihat ke dasar sumur.

"Dia datang dan melakukan pencarian di dalam mau pun di dalam rumah. Saat itulah dia melihat bayi itu. Kondisi bayi berada di dasar sumur," kata Sumadris kepada wararawan, dikutip pada Selasa (29/3/2022).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan penetapan tersangka Faridatul Hikmah, didasarkan dari serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, yang bersangkutan yakni FN (Faridatul Nikmah) atau ibu dari bayi tersebut kita tetapkan sebagai tersangka," kata Komang kepada wartawan.

Menurut Komang, awalnya tersangka berkelit atas perbuatannya. Namun sia kemudian mengakui telah menjatuhkan bayinya ke dalam sumur. Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya dan yang bersangkutan langsung kita tahan," tandas komang.

Faridatul Hikmah mengaku melempar bayi berusia sekitar 40 hari ke sumur, karena tak tahan dibully.

"Tersangka ini ngaku sering dibully karena bayinya dikasih susu formula atau tidak pakai ASI (Air Susu Ibu). Tersangka dianggap wanita kurang sempurna karena bayinya itu tidak dikasih ASI," ucap komang.

Ditanya siapa yang membully, Komang belum menjelaskan secara detail. Dia berdalih masih melakukan penyelidikan dan pendalaman.

"Intinya tersangka ini sering dibully gara-gara tidak menyusui bayinya itu. Nah, siapa yang membully apakah keluarga atau tetangga, itu masih kita selidiki," tegasnya.

Kadang, ada beberapa ucapan yang dapat menyakiti ibu baru, sehingga ibu stres bahkan tega menyakiti bayinya sendiri.

Dilansir dari laman Everyday Family, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dikatakan pada ibu baru. Salah satunya menanyakan, apakah dia akan kembali bekerja setelah melahirkan. 

Selanjutnya, hindari pula untuk mengomentari fisik anaknya seperti, bertanya tentang bentuk hidungnya, warna kulitnya dan lain sebagainya.

Satu lagi, sangat penting untuk tidak menanyakan apakah dia memberikan ASI pada bayinya. Banyak ibu baru merasa tidak nyaman membicarakan tentang hal pribadi seperti menyusui. 

Jika kamu ingin memberi dukungan pada ibu baru soal menyusui, lebih baik ganti dengan memberikan informasi mengenai konselor laktasi yang bagus.

Bisa juga, tips menyusui yang nyaman untuk ibu dan bayinya.

Lalu, cobalah tahan diri agar tidak banyak berkomentar mengenai pola asuh yang diterapkan pada sang anak.

Melarang ibu menggendong, memeluk atau mencium bayinya, sangat tidak dianjurkan ketika menjenguk mereka. 

Lebih baik, memberi dukungan pada ibu baru agar lancar menyusui. Dukungan sangat dibutuhkan agar mereka tidak depresi atau mengalami baby blues pasca melahirkan.

"Dukungan buat ibu menyusui penting banget. Terutama suami, dia bisa jadi pelindung istrinya dari omongan orang di sekitar yang nggak mengenakkan," kata Konselor Laktasi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Ameetha Drupadi, CIMI. 

"Jangan sampai ibu sudah menghadapi kesulitan saat menyusui ditambah harus menghadapi nyinyiran dari orang sekitar. Kasihan kan, bisa down ibunya," sambung dr Ameetha.