Rahmah

Bahas Vaksin Sinovac, Ustaz Adi Hidayat: Hukumnya Bisa Jadi Wajib Jika Karena Alasan ini

Ustaz Adi Hidayat bicara vaksin!


Bahas Vaksin Sinovac, Ustaz Adi Hidayat: Hukumnya Bisa Jadi Wajib Jika Karena Alasan ini
UAH (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Pemerintah Indonesia telah meresmikan pengadaan vaksin Covid-19 untuk membentuk kekebalan tubuh masyarakat secara komunal. Pembentukan herd imunity penting guna menekan penularan virus Corona yang hingga hari ini masih menjadi tantangan dunia, termasuk Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang mayoritas dihuni oleh masyarakat Muslim, perlu memastikan kehalalan vaksin yang akan digunakan. Selain itu juga, perlu mempertimbangkan aspek kebaikan (thayyiban) vaksinasi tersebut.

Demikian disampaikan oleh pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam Channel YouTube Adi Hidayat Official dengan tema "UAS Bicara Tentang Vaksin", pada Sabtu, (24/07/2021). Dalam tayangan tersebut, UAH menyampaikan hukum Islam tentang vaksinasi.

Menurutnya, apapun yang akan masuk pada tubuh seorang Muslim, harus memenuhi dua aspek dasar yaitu halal dan baik (thayyiban), sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur'an QS. Al-Baqarah [2]: 168. Pun demikian dengan vaksin, harus memenuhi dua aspek pokok ini.

"Aspek halal yang dimaksudkan dalam konteks vaksin adalah materi asal dan cara pembuatannya. Apakah halal atau tidak. Jika keduanya sudah dipastikan halal, maka vaksin telah memenuhi satu syarat pokok dalam hukum Islam, yaitu halal." tegasnya.

UAH juga memaparkan aspek dasar yang kedua dari hukum Islam atas vaksin, yaitu baik (thayyiban). Vaksin, sambungnya, harus baik ketika dikaitkan dengan tubuh yang akan divaksin, yakni misalnya dari sisi efikasi (kemanjuran) dan juga kondisi tubuh yang akan divaksin.

"Seorang Muslim juga meski mempertimbangkan aspek kedua, yaitu aspek thayyiban. Apakah vaksin ini manjur sesuai penyampaian para ilmuan kita, dan harus memastikan bahwa tubuhnya tidak ada penyakit bawaan seperti misalnya gula, tingkat saturasi, dan lain sebagainya yang berbahaya jika tubuh divaksin." Sambungnya lagi.

Selain itu, UAH juga bersyukur karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai ulama-ulama yang menjaga umat dalam kaitannya dengan pelaksana syariat Islam, telah membuat fatwa terkait dengan kehalalan vaksin ini. Dengan memaparkan hasil fatwa MUI, UAH menegaskan kehalalan vaksin.

"MUI sudah memaparkan aspek kehalalannya dengan memaparkan dalil Al-Qur'an, Hadits, dan juga Ushul Fiqh untuk menyimpulkan kesimpulan dari sumber-sumber hukum Islam. Umat Islam bisa membacanya dengan mendownload langsung di website MUI" katanya lagi.