News

Bahas Topik Sensitif, Pemerintah India Hapus Video YouTube Lagu Rapper yang Tewas Dibunuh

Lagu 'SYL' oleh Sidhu Moose Wala membahas sengketa air antara Punjab dan Haryana serta kerusuhan yang menargetkan komunitas Sikh pada 1984.


Bahas Topik Sensitif, Pemerintah India Hapus Video YouTube Lagu Rapper yang Tewas Dibunuh
Sidhu Moose Wala naik daun berkat lagu-lagu menarik yang menyerang rapper saingan dan para politisi. (YouTube/Sidhu Moose Wala)

AKURAT.CO, YouTube telah menghapus video musik viral di India, menyusul pengaduan dari pemerintah. Video tersebut dirilis oleh mendiang rapper Sikh Sidhu Moose Wala yang tewas dibunuh.

Dilansir dari Al Jazeera, lagu 'SYL' mengungkapkan soal kanal Sutlej-Yamuna Link (SYL) yang sudah lama telah menjadi pusat sengketa air antara negara bagian Punjab, kampung halaman Moose Wala, dan negara bagian tetangganya, Haryana. Dirilis secara anumerta pada Kamis (23/6), lagu ini juga menyentuh topik sensitif lainnya, seperti kerusuhan mematikan yang menargetkan komunitas Sikh yang meletus di India pada 1984 dan penyerbuan sebuah kuil penting Sikh di Amritsar oleh tentara pada tahun yang sama.

Video ini telah ditonton 30 juta kali dan meraup 3,3 juta tanda suka di halaman YouTube rapper tersebut sebelum dihapus pada Minggu (26/6).

baca juga:

"Konten ini tak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah," bunyi pesan yang diunggah di tautan lagu.

Namun, lagu ini masih tersedia di negara lain.

Bernama asli Shubhdeepn Singh Sidhu, Moose Wala ditembak mati di mobilnya di negara bagian Punjab bulan lalu. Pria berusia 28 tahun itu merupakan musisi populer, baik di India maupun di kalangan komunitas Punjabi di luar negeri, terutama di Kanada dan Inggris.

Moose Wala naik daun berkat lagu-lagu menarik yang menyerang rapper saingan dan para politisi. Ia mengeklaim dirinya sebagai orang yang memperjuangkan harga diri komunitasnya, memberi keadilan, dan menembak mati musuh. Pemuda 28 tahun itu pun dikritik lantaran mempromosikan budaya senjata api melalui video musiknya, yang mana ia rutin berpose dengan senjata api.

Menurut juru bicara YouTube, lagu SYL dihapus berdasarkan UU setempat dan Persyaratan Layanan mereka setelah peninjauan menyeluruh. Namun, keluarga Moose Wala menyebut penghapusan lagu itu tak adil. Mereka meminta pemerintah untuk mencabut pengaduan itu.

"Mereka bisa melarang lagu itu, tapi mereka tak bisa menghilangkan Sidhu dari hati masyarakat. Kami akan menempuh jalur hukum dengan pengacara," kata paman mendiang, Chamkaur Singh.

Partai Bharatiya Janata (BJP) pun belum menyampaikan klarifikasinya.

Keprihatinan juga datang dari para aktivis hak-hak internet atas penyensoran konten daring oleh pemerintah dengan cara yang tak jelas.

"Perintah pemerintah dirilis secara tak terduga dan baru terungkap ketika ada yang terdampak. Dalam kasus ini, yang terdampak adalah akun profil tinggi yang berpengaruh dan diperhatikan. Dalam banyak kasus, pengguna bahkan tak mengetahui kapan konten mereka ditindak," keluh Prateek Waghre, direktur kebijakan di Internet Freedom Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mengadvokasi hak digital di India.

Menurut Waghre, ada degradasi berkelanjutan dan progresif dalam ruang bagi perbedaan pendapat di internet India.

Kematian Moose Wala sendiri memicu kemarahan dari penggemar di seluruh dunia. Pekan lalu, polisi India menangkap 3 pria yang dituduh membunuh Moose Wala dan menyita sejumlah persenjataan, termasuk peluncur granat.

Menurut laporan media, mereka diduga beraksi atas perintah gangster 'Goldy Brar' yang berbasis di Kanada. Komplotannya, Lawrence Bishnoi, saat ini berada di penjara India.

Pembunuhan Moose Wala juga menegaskan kejahatan terorganisir di Punjab, rute transit utama narkoba yang memasuki India dari Afganistan dan Pakistan. Banyak pengamat mengaitkan perdagangan narkoba, sebagian besar heroin dan opium, dengan peningkatan kekerasan terkait geng dan penggunaan senjata ilegal di negara bagian tersebut. []