News

Bahas Kasus Ferdy Sambo, DPR Bakal Gelar RKP dengan Kapolri Setelah 17 Agustus

Selain itu, kata Arsul, masyarakat saat ini tidak dapat memaksa Polri untuk meminta motif itu untuk segera diungkapkan.

Bahas Kasus Ferdy Sambo, DPR Bakal Gelar RKP dengan Kapolri Setelah 17 Agustus
Anggota Komisi III DPR RI F-PPP Arsul Sani saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Dalam diskusi ini membahas tema (Sopian)

AKURAT.CO, Kapolri telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang dialami oleh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. 

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan, pihaknya akan mengadakan rapat kerja pengawasan (RKP) dengan Kapolri guna membahas penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang mencoreng nama baik Polri itu. 

"Komisi III nanti pada 17 Agustus setelah kami masuk, kami akan mengadakan rapat kerja pengawasan dengan Kapolri. Dan akan meminta progres terakhir saat rapat," kata Arsul kepada awak media di depan Kantor KPU, pada Rabu (10/8/2022). 

baca juga:

Selain itu, kata Arsul, masyarakat saat ini tidak dapat memaksa Polri untuk meminta motif itu untuk segera diungkapkan. Sebab, kata dia, hal itu masih masuk dalam strategi penyelidikan Polri. 

"Kenapa tidak bisa dipaksa? karena itu berkaitan dengan proses, dan mungkin itu termasuk dalam strtaetgi penyelidikan polisi padahal masih ada pihak lain yang masih tersangkut dari tindak pidana, justru merusak dari proses, " ujar Waketum PPP itu. 

Sebagai informasi, Hingga saat ini total Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. 

Polri sebelumnya mengumumkan dua orang sebagai tersangka terkait pembunuhan Brigadir J yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, ajudan Ferdy Sambo, dan Brigadir Ricky Rizal, ajudan istri Ferdy Sambo. []