Olahraga

Bagnaia: Tahun Ini Bukan untuk Menang, tapi Belajar

“Target kami tahun ini adalah untuk belajar dan berkembang," kata Pecco Bagnaia.


Bagnaia: Tahun Ini Bukan untuk Menang, tapi Belajar
Pembalap andalan Ducati, Francesco Bagnaia. (MotoGP.com)

AKURAT.CO, Francesco "Pecco" Bagnaia tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai gagal meraih gelar Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Pembalap Ducati itu kemudian menghibur diri sendiri dengan menyebut bahwa menjadi juara bukanlah target utamanya pada musim ini.

Menurut Pecco Bagnaia, 2021 merupakan musim bagi ia dan tim barunya, Ducati untuk belajar dan tumbuh jadi lebih baik. Pasalnya, pembalap asal Italia ini bisa dibilang pendatang baru di dunia balap kuda besi MotoGP.

Memang, Bagnaia baru terjun dan ikut membalap di MotoGP pada 2019, alias baru memasuki musim ketiga. Di dua musim awal, rider nomor 63 itu berada di peringkat ke-15 dan ke-16 bersama tim Pramac Racing.

baca juga:

"Intinya adalah saya menyelesaikan kejuaraan dunia tahun lalu di tempat ke-16 dan tertinggal cukup jauh," kenang Bagnaia sebagaimana dikutip dari Speedweek, Jumat (29/10).

“Target kami tahun ini adalah untuk belajar dan berkembang. Karena tahun lalu saya masih jauh dari masuk sepuluh besar secara konsisten. Tahun ini bukan tahun untuk memenangi kejuaraan dunia, tetapi untuk belajar. Lebih dari itu hanya (nilai tambah) positif.”

Bagnaia juga mengatakan bahwa ia melihat terdapat kemajuan dari segala sisi, baik bagi dirinya, tim, maupun pencapaian. Oleh karena itu, juara dunia Moto2 2018 ini menilai bahwa kegagalan menjadi juara di musim ini tak perlu terlalu diratapi.

“Saya merasa hebat, perasaan dengan tim dan motornya luar biasa. Kami melakukan pekerjaan dengan baik karena kami sekarang berada di posisi kedua di kejuaraan dunia. Saya tidak berpikir kita harus marah karena kalah di kejuaraan dunia ini. Karena itu bukan tujuan utama kami tahun ini.”

“Saya pikir saya telah belajar banyak dalam empat balapan terakhir, saya selalu berjuang untuk menjadi yang teratas, di trek yang berbeda, yang sangat penting untuk tahun depan. Ini adalah langkah maju yang luar biasa yang kami buat dibandingkan dengan awal musim. Kita harus senang dengan itu,” tegasnya.

Lebih jauh, Bagnaia mengungkapkan, kegagalannya meraih gelar MotoGP 2021 bukan dikarenakan crash yang dialami di Grand Prix (GP) Emilia Romagna di Sirkuit Misano pada pekan lalu. Menurutnya, ada tiga balapan lain yang jadi alasan dirinya tak mampu mencegah Quartararo juara secepat ini.

“Saya pikir kami kehilangan Kejuaraan Dunia di Mugello (GP Italia), di mana saya jatuh saat memimpin. Saya tidak begitu fokus di sana dengan semua yang terjadi. Di balapan pertama Austria, Spielberg (GP Styria) saya memiliki ban yang tidak berfungsi lagi. Kemudian di Silverstone (GP Inggris). Saya kehilangan kejuaraan dunia ini dalam tiga balapan,” jelas Pecco.[]

Sumber: Speedweek