Rahmah

Baginda Raja Terdiam Saat Dapat Jawaban Menohok Abu Nawas, Endingnya Bikin Salut

Baginda Raja Harun Ar-Rasyid kerap menguji sang cerdik cendekia Abu Nawas dengan tantangan-tantangan yang mustahil dilakukan.


Baginda Raja Terdiam Saat Dapat Jawaban Menohok Abu Nawas, Endingnya Bikin Salut
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO  Abu Nawas dikenal sebagai penyair cerdik yang memiliki selera humor tinggi. Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Hingga kini, banyak kisah-kisah lucu Abu Nawas yang mampu mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. Seperti kisah Abu Nawas yang dikutip dari NU Online ini.

Seperti diketahui, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid kerap menguji sang cerdik cendekia Abu Nawas dengan tantangan-tantangan yang mustahil dilakukan. Bahkan, tak jarang tantangan tersebut diberikan dengan misi untuk menjatuhkan Abu Nawas.

baca juga:

Namun di tangan Abu Nawas, tantangan-tantangan Baginda Raja tersebut dapat diselesaikan dengan mudah. Dengan begitu, sang Raja semakin penasaran untuk terus menguji Abu Nawas.

Hingga pada suatu hari, setibanya di istana dari blusukan di kampung-kampung terdekat, Baginda Raja tiba-tiba saja menginginkan mahkota dari surga. Baginda pun berniat untuk menantang Abu Nawas agar dapat mengambil mahkota tersebut.

“Mohon izin Paduka, tapi ada satu sarat untuk mengambil mahkota yang paduka maksud,” ucap Abu Nawas kepada Baginda Raja.

“Apa syarat itu wahai Tuan Abu?” tanya Baginda Raja penasaran.

"Jadi Baginda harus menyediakan pintu agar hamba bisa memasukinya," tutur Abu Nawas.

"Pintu apa itu?" tanya Baginda belum mengerti.

"Pintu alam akhirat, Paduka yang mulia," jawab Abu Nawas.

"Apa maksudnya itu?" tanya Baginda ingin tahu.

"Kiamat, Baginda” jelas Abu Nawas, Baginda Raja terdiam.

"Karena masing-masing alam mempunyai pintu. Pintu alam dunia adalah liang peranakan ibu. Pintu alam barzah adalah kematian, dan pintu alam akhirat adalah kiamat.” tambah Abu Nawas.

"Lalu masihkah Baginda menginginkan mahkota dari surga?" Abu Nawas kembali bertanya. 

Baginda Raja tidak menjawab. Dengan begitu Abu Nawas undur diri dari istana dan pulang dengan tenang karena berhasil melaksanakan tugasnya itu. 

Abu Nawas dikenal sebagai penyair dan juga sosok jenaka yang penuh dengan kecerdasan. Sejak tinggal di Baghdad, Abu Nawas memiliki hubungan kedekatan dengan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid karena dirinya selalu dapat memberikan solusi atas segala macam masalah kenegaraan.

Namun namanya juga manusia. Di saat sudah mendapat posisi dan jabatan yang diinginkan, disitu pasti ada yang tidak suka. Hal ini terbukti terjadi pada diri Abu Nawas. Atas dasar kedekatannya dengan Baginda, sehingga tak sedikit membenci dan menaruh dendam kepada Abu Nawas.[]