Lifestyle

Bagi Penyintas Kanker Payudara yang Masih Lajang, Jangan Takut untuk Menikah

Penyintas kanker payudara yang belum menikah tetapi melakukan pengangkatan payudara, ada yang berpikir tidak mau menikah karena tidak percaya diri


Bagi Penyintas Kanker Payudara yang Masih Lajang, Jangan Takut untuk Menikah
Ilustrasi kanker payudara (Shutterstock)

AKURAT.CO, Penyakit kanker payudara tidak hanya menyerang wanita yang sudah menikah dan mempunyai anak. Akan tetapi, juga menyerang wanita yang belum menikah. 

"Hal ini terjadi karena faktor genetik, ada keluarganya seperti nenek, ibunya atau tantenya yang terkena kanker," ujar Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Jeffry Beta Tenggara, di Webinar Kanker Payudara dan Kesehatan Wanita, pada Sabtu, (16/10). 

Jeffry mengatakan, untuk pasien kanker payudara yang belum pernah menikah, ada kemungkinan dilakukan tindakan masektomi atau pengangkatan payudara. 

"Oleh karena itu, perlunya deteksi secara dini agar kanker payudara bisa ketahuan saat stasiun dini dan benjoaln masih berbentuk kecil, hanya dilakukan biopsi lalu operasi payudara. Kalaupun masketomi harus dilakuakn karena getah beningnya banyak," kata Jeffry. 

Prosesi pengangkatan payudara berpotensi dialami seluruh penderita kanker payudara, hal ini membuat wanita penderita kanker payudara yang belum menikah tidak mau menikah atau takut untuk menikah, karena penampilan bekas pengakatan payudara bakal mengecewakan pasangannya nanti. 

Menurut Psikolog Klinis, Inez Kristanti, rasa tidak percaya diri karena pengangkatan payudara pasti terjadi oleh para penyintas kanker payudara. Namun, menurutnya, hal ini bukan menjadi alasan untuk tidak mencari pasangan.

"Hal yang perlu ditanamkan bahwa kita menikah untuk mencari pasangan hidup tetapi teman hidup yang dapat dipercaya, teman yang bisa berbagi cerita terutama cerita privasi," ujar Inez Kristanti, pada kesempatan yang sama. 

Inez pun membagikan bagaimana cara agar bisa menemukan teman hidup seperti ini. Inez mengatakan, pertama kamu harus mengenal dulu calon pasangan dengan cara mengajaknya ngobrol. 

Ketika sudah nyaman, ajak calon pasangan untuk mengobrol dengan orangtua dan teman. Jika teman dan orangtua nyaman mengobrol denganya, baru bisa menceritakan kondisi sebenarnya mengenai penyakit kanker payudara itu.

"Tetapi saat menceritakan penyakit kanker payudara yang dihadapi, kamu sudah menerima keadaanmu dahulu dan tunjukkan kepadanya kalau kamu sudah menerima keadaan penyakitmu serta bahagia. Apabila dia tidak menerima kondisi karena penyakitmu, cari yang lain yang mau menerimamu," kata Inez.

"Ingat, jangan jatuh cinta dan menikah karena ingin berdua dan kesepian, jangan juga menikah karena takut dibilang perawan tua. Karena jatuh cinta bisa lima menit tapi membangun cinta itu seumur hidup," sambungnya.   

Sementara itu, Jeffry menyarankan bahwa apabila ada perempuan penyintas kanker payudara yang pernah melakuakan pengangkatan payudara, bisa melakukan operasi implan payudara untuk meningkatkan kepercayaan diri penyintas. 

"Perempuan bisa meminta implan estetika untuk rekontruksi payudara, bahkan bisa jadi hasil rekontruksi payudara lebih bagus dari payudara yang dulu. Jangan takut terkena kanker payudara karena sudah banyak solusi, tetap semangat dan jaga pola pikir baik," kata Jeffry.[]