Entertainment

Bagaimana Sih Asal Mula Berqurban Dalam Islam? Simak Obrolannya di Dai Muda

Dai Muda RCTI+ bersama Ustaz Muda Agam Fachrul kali ini akan ngobrol santai tentang Asal Mula Berqurban Dalam Islam


Bagaimana Sih Asal Mula Berqurban Dalam Islam? Simak Obrolannya di Dai Muda
Ustaz Muda Agam Fachrul dalam program Dai Muda RCTI+ (Dokumen)

AKURAT.CO Kata qurban berasal dari bahasa Arab 'qurban' dari akar kata qaraba, yaqrabu, yang berarti pendekatan. Oleh karena itu, disebutkan bahwa berqurban berarti melakukan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Di program Dai Muda RCTI+ bersama Ustadz Muda Agam Fachrul kali ini akan ngobrol santai tentang Asal Mula Berqurban Dalam Islam. Masih pada ingat?

"Jika ada yang bertanya, bagaimana hukum melaksanakan qurban itu, maka saya menjawab hukumnya itu wajib bagi orang yang mampu. Wajib bagi orang yang memiliki keluasan rezeki untuk berqurba," ujar Agam dalam program Dai Muda RCTI+.

Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surah Al-Kautsar ayat 1-2, "Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah."

Perintah berqurban sendiri berkaitan dengan kisah ketulusan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Ismail AS.

Kala itu, Nabi Ibrahim AS telah berusia senja dan Nabi Ismail AS memasuki usia remaja. Nabi Ibrahim AS mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih sang anak, mimpi tersebut merupakan sebuah dari wahyu Allah SWT.

Allah SWT hendak menguji sejauh mana ketaatan Nabi Ibrahim AS, apakah dia melaksanakan perintah Allah SWT?

Nabi Ibrahim AS kemudian mendatangi Nabi Ismail AS ketika ia terbangun. Ia merasakan kesedihan yang mendalam. Setelah sekian lama terpisah, kini ia harus mengorbankan anaknya. Oleh karena itu Nabi Ibrahim AS meminta pendapat dari sang anak.

Rupanya, jawaban dari Nabi Ismail AS sungguh luar biasa. Nabi Ismail AS justru meminta ayahnya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah SWT kepadanya.

Ismail AS lalu berkata, "Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah SWT." Sebagaimana jawaban itu disebutkan dalam Al Quran surah Ash-Shaffat.

Nabi Ibrahim AS lantas menangis mendengar penuturan anaknya. Ia pun dengan ikhlas dan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang Allah SWT perintahkan.

Namun ketika hendak dilaksanakan, Allah SWT membolehkannya menggantinya dengan binatang domba. Dengan demikian, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS telah berhasil melewati ujian keimanan tersebut.

Domba gibas putih yang bertanduk lagi gemuk yang menjadi pengganti Nabi Ismail AS untuk disembelih, itu yang menjadi asal mula melakukan ibadah qurban pada Idul Adha.

Penasaran dengan bagaimana meneladani sifat Nabi Ibrahim AS? Saksikan selengkapnya Dai Muda eksklusif hanya di RCTI+. Download aplikasi RCTI+ di Play Store dan App Store untuk bisa menikmati banyak konten seru lainnya.[]