News

Bagaimana Peluang Duet Puan-Airlangga? Ini Jawaban Pengamat

Pasangan Airlangga Hartarto dan Puan Maharani dinilai memiliki peluang untuk melenggang di Pilres 2024 mendatang. 

Bagaimana Peluang Duet Puan-Airlangga? Ini Jawaban Pengamat
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan keterangan usai memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (21/10) (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla melontarkan pernyataan terkait dengan duet Airlangga Hartarto dan Puan Maharani. Pasalnya Pasangan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Elite Partai PDI Perjuangan Puan Maharani dinilai memiliki peluang untuk melenggang di Pilres 2024 mendatang. 

Dinamika politik yang berjalan sangat dinamis masih memungkinkan semua hal bisa saja terjadi. Terlebih Pilpres 2024 masih dua tahun lagi. Menanggapi pernyataan politisi senior Partai Golkar soal duet Puan-Airlangga itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, mengatakan kesempatan itu masih terbuka ebar. 

"Sepanjang Puan Maharani ditempatkan pada posisi Capres, maka itu baik dan rasional secara politik," kata Dedi dikonfirmasi, Selasa (26/7/2022). 

baca juga:

Dedi lantas memaparkan alasan kedua tokoh ini memiliki peluang, lantaran keduanya disokong oleh dua partai besar. Keduanya juga memiliki peran masing-masing di Airlangga Hartarto di pemerintahan sebagai Menko Perekonomian dan Puan di Legislatif sebagai Ketua DPR RI.

"Pertama, PDIP memang punya kans besar mengusung Capres, juga karena Puan sejauh ini berhasil menopang prestasi pemerintah melalui kawalan legislatif. Bahkan di luar kewenangan Puan sebagai pimpinan parlemen, Puan terbukti berhasil implementasikan Kartu Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat, ini sederet bukti secara personal Puan layak ditempatkan sebagai Capres," kata dia.

"Kedua, Airlangga Hartarto juga tidak kalah banyak dalam menghasilkan kerja yang baik, negara ini bertahan secara ekonomi hadapi pandemi salah satunya faktor Airlangga," imbuh Dedi.

Dedi juga menjelasakan saat ini situasi Partai, PDIP dan Golkar juga di posisi yang baik, koalisi keduanya bisa saja menjadi ancaman bagi lawan, termasuk bisa menjadi pasangan cukup kuat yang ditopang mesin Parpol.

"Dan memang, ada peluang KIB akan merapat ke PDIP terutama Golkar, terlebih saat ini PPP alami gejolak internal, dan PAN mulai mewacanakan usung Erick Tohir. Bisa saja Golkar ke PDIP bersama PPP, lalu PAN bergeser ke Gerindra menyusul PKB, untuk usung Prabowo-Erick Tohir," pungkasnya. []