Olahraga

Bagaimana jika Mir dan Marquez Membalap dengan Motor Lama 500cc?

Marc Marquez menganggap motor 500cc yang digunakan di masa lalu lebih menuntut fisik.


Bagaimana jika Mir dan Marquez Membalap dengan Motor Lama 500cc?
Suasana balapan Grand Prix Indonesia di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, pada pertengahan 1990-an.

AKURAT.CO, Sekadar kembali ke belakang, beberapa pembalap papan atas MotoGP berbicara tentang kesan mereka terhadap motor 500cc yang menjadi embrio MotoGP hari ini. Motor 500cc adalah kelas tertinggi di grand prix yang terakhir kali digunakan pada 2001 sebelum berubah ke motor 1.000cc masa kini yang lebih canggih.

Juara dunia delapan kali dari Repsol Honda, Marc Marquez, adalah salah satu pembalap era terkini yang pernah menjajal motor 500cc. Pembalap asal Spanyol tersebut pernah mengendarai motor NSR500 juara dunia Honda asal Australia, Mick Doohan.

“Mengendarai NSR500, menurut saya akan sangat sulit pada awalnya, karena motor-motor tersebut terasa sangat menuntut fisik,” kata Marquez sebagaimana dipetik dari Crash.

“Semua pembalap di era modern bertumbuh dengan (perangkat) elektronik, sesuatu yang banyak membantu tetapi juga membuat persoalan menjadi sulit bergantung pada kasusnya. Tetapi, menurut saya akan menarik bersaing di balapan lama dengan motor-mtor malam karena penggemar bakal menyukainya.”

Adapun juara bertahan MotoGP dari Suzuki, Joan Mir, menyebut nama juara dunia kelas 500cc 1993 asal Amerika Serikat, Kevin Schwantz. Berbeda dengan Marquez, Mir belum pernah merasakan motor generasi lama tersebut.

“Kevin Schwantz adalah salah satu idola saya. Meskpun saya belum lahir, saya sudah menonton banyak videonya dan gaya membalapnya spektakuler,” kata Mir.

“Tanpa ragu saya ingin mencoba motor 500c, tetapi evolusi telah membawa kami ke situasi saat ini di mana motor menawarkan bantuan lebih, tetapi juga lebih cepat dan lebih efektif.”

Rekan setim Mir, Alex Rins, juga ingin mencoba 500c. Menurut Rins, keterbatasan teknologi membuat pembalap di era tersebut menjalani balapan dengan lebih “brutal” ketimbang zamannya.

“Para pembalap dari era 500 brutal! Saya ingin mencoba 500 dengan mesin dua pegas tanpa bantuan elektronik dan, bahkan, saya sudah meminta Suzuki apakah mereka boleh mengizinkan kami mencoba salah satunya,” kata Rins.

“Tetapi menurut saya akan sulit membalap dengan motor-motor itu.”

Kelas 500cc telah dipertandingkan sejak edisi pertama grand prix pada 1949. Valentino Rossi menjadi juara dunia terakhir pada 2001 sebelum berpindah ke MotoGP dengan cc yang lebih besar.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co