Rahmah

Bagaimana Hukum Menikahi Wanita yang Sudah Hamil di Luar Nikah?

Pahami agar tidak salah paham dalam memilih wanita yang akan dinikahi


Bagaimana Hukum Menikahi Wanita yang Sudah Hamil di Luar Nikah?
Ilustrasi wanita hamil (Freepik)

AKURAT.CO Setiap laki-laki ingin menikah dengan wanita yang masih gadis dan perawan. Karena pada dasarnya, pernikahan diperintahkan kepada anak-anak muda yang sudah cukup lahir batin untuk melakukannya.

Tidak semua jenis perempuan boleh dinikahi oleh laki-laki. Ada banyak kriteria wanita yang tidak boleh dinikahi oleh seseorang. Hal ini disinggung oleh Imam Al-Ghazali, dalam Al-Wajiz fi Fiqhil Imamis Syafi‘i, juz 2, halaman 10, sebagaimana dikutip dari NU Online, sebagai berikut.

 الركن الثاني المحل وهي المرأة الخلية من الموانع مثل أن تكون منكوحة الغير أو مرتدة أو معتدة أو مجوسية أو زنديقة أو كتابية بعد المبعث أو رقيقة والناكح قادر على حرة أو مملوكة الناكح بعضها أو كلها أو من المحارم أو بعد الأربعة أو تحته من لا يجمع بينهما أو مطلقة ثلاثا ولم يطأها زوج آخر أو ملاعنة أو محرمة بحج أو عمرة أو ثيبا صغيرة أو يتيمة أو زوجة رسول الله صلى الله عليه وسلم 

Artinya: “Rukun kedua nikah adalah calon istri. Ia adalah perempuan yang terlepas dari larangan-larangan (untuk dinikahi) seperti (ia bukan) (1) istri orang lain (2) murtad (3) dalam masa iddah (4) penganut Majusi (5) zindiq (6) ahli kitab setelah Nabi Muhammad SAW diutus (7) budak milik orang lain di mana calon suami mampu mengawini perempuan merdeka (8) budak milik calon suami itu sendiri baik separuh atau sepenuhnya dalam kepemilikan (9) salah satu dari mahram (10) calon istri kelima darinya (11) perempuan yang tak lain saudara (kandung, susu, atau bibi) dari istri calon suami (yang ingin poligami) di mana dilarang menghimpun dua perempuan bersaudara dalam satu perkawinan (12) istri talak tiga yang belum dinikahi (harus dijimak) laki-laki lain (13) istri yang dili’an (14) perempuan yang sedang ihram haji atau umrah (15) janda di bawah umur (16) bocah perempuan status yatim (17) salah satu istri Rasulullah SAW."

Lalu bagaimana jika seseorang menikahi perempuan yang sudah hamil di luar nikah? Apakah dibolehkan dalam agama Islam, atau justru dilarang?

Syekh M Nawawi Al-Bantani sebagai berikut dalam karyanya Qutul Habibil Gharib, Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib.

 ولو نكح حاملا من زنا، صح نكاحه قطعا، وجاز له وطؤها قبل وضعه على الأصح  

Artinya: “Kalau seorang pria menikahi perempuan yang tengah hamil karena zina, maka akad nikahnya secara qath’i sah. Menurut pendapat yang lebih shahih, ia juga tetap boleh menyetubuhi istrinya selama masa kehamilan."

Kesimpulannya, hukum menikahi wanita yang sudah hamil di luar nikah diperbolehkan. Tidak ada larangan melakukannya, selama antar kedua mempelai merasa nyaman satu dengan yang lainnya. Wallahu A'lam.[]

Sumber: Nu Online