Rahmah

Bagaimana Hukum Melamar Perempuan yang Sudah Dilamar Orang Lain?


Bagaimana Hukum Melamar Perempuan yang Sudah Dilamar Orang Lain?
Ilustrasi melamar (Accelerate TV)

AKURAT.CO, Islam merupakan agama yang memberikan pedoman lengkap bagi umatnya. Saking lengkapnya, beberapa hal yang kecil pun telah di atur, seperti hukum melamar perempuan yang sudah dilamar orang lain.

Bolehkah?

Para ulama memiliki beberapa perbedaan pendapat mengenai permasalahan ini. Pasalnya, seorang perempuan yang sudah dilamar oleh orang lain biasanya dipahami sebagai perempuan yang hampir sah menjadi pasangan seseorang.

Dikutip dari Dalam Islam, tidak dibenarkan jika seseorang melamar perempuan yang sudah dilamar hingga laki-laki pertama yang melamarnya lebih dahulu membatalkan lamarannya. Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Janganlah meminang wanita islami yang telah dipinang saudaranya, dan janganlah menawar barang yang telah ditawar saudaranya.” (HR. Muslim)

Ibnu Qasim dalam mahzab Malikiyah berpendapat, “Maksud dari larangan hadis di atas, yaitu jika orang yang saleh melamar seorang wanita islami, maka tidak boleh pria saleh yang lain melamarnya juga. Adapun jika pelamar yang pertama bukan pria yang saleh (orang fasik), maka dibolehkan bagi pria saleh untuk melamar wanita islami tersebut."

Namun, hal tersebut akan berbeda jika perempuan tersebut belum memberikan respons atau menolak lamaran laki-laki pertama. Dalam mahzab Imam Syafii terdapat dua pendapat, namun yang paling benar adalah hukumnya boleh.

Hal tersebut sebagaimana dalam sebuah dalil bahwa Fatimah binti Qais telah dicerai suaminya Abu Amru bin Hafsh tiga kali, ia pun datang kepada Rasulullah. Ia menceritakan bahwa Abu Jahm bin Hudzaifah dan Muawiyah bin Abu Sufyan telah melamarnya, Rasulullah pun bersabda,

“Abu Jahm adalah orang yang terkenal kejam. Sedangka Muawiyah adalah orang miskin yang tidak berharta. Oleh karena itu, menikahlah dengan Usamah saja.”

Sementara itu, jika perempuan tersebut sudah menerima lamaran seseorang, maka dalam kondisi tersebut tidak boleh ada orang lain yang melamarnya.

Bagaimana jika laki-laki tetap memaksa melamar?

Pendapat mayoritas ulama mengatakan bahwa laki-laki tersebut telah bermaksiat kepada Allah. Namun, status pernikahannya tetap sah dan tak boleh dibatalkan.

Pendapat kedua yakni pendapat Daud dari mahzab Dhohiriyah yang menyebutkan bahwa pernikahan keduanya harus dibatalkan.

Sementara pendapat yang ketiga dari Imam Malik mengatakan, jika keduanya belum melakukan hubungan seksual maka pernikahan dibatalkan. Namun, jika sudah melakukannya, maka tidak dibatalkan.

Wallahu a’lam. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co