Rahmah

Bagaimana Hukum Darah yang Keluar Setelah Menopause?


Bagaimana Hukum Darah yang Keluar Setelah Menopause?
Ilustrasi menopause (Forbes)

AKURAT.CO, Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, biasanya terjadi pada wanita setelah berusia 45 sampai 55 tahun.

Dalam Al-Qur’an, disebutkan masa menopause yang dialami wanita ini pada ayat tentang iddah (masa tunggu setelah jatuh talak) bagi wanita yang sudah tidak haid lagi yaitu dalam surah At-Thalaq ayat 4.

Bagaimana Hukum Darah yang Keluar Setelah Menopause - Foto 1
ISTIMEWA

Wallaii yaisna minal mahiidhi min nisaaikum inir tabtum fa’iddatuhunna tsalatsatu asyhurin

Artinya: "Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan..." (QS. At-Thalaq: 4)

Ayat ini hanya menyebutkan adanya masa menopause, tetapi tidak menentukan batasan usia menopause secara pasti.

Dalam Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa tidak ada batasan usia terjadinya menopause pada wanita, darah yang keluar dari rahim wanita yang keluar secara normal tidak disebabkan oleh luka atau penyakit maka hukumnya dikembalikan kepada hukum haid.

Syaikh Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa mengatakan bahwa pada dasarnya darah yang keluar dari rahim adalah haid, sampai diketahui tanda bahwa darah tersebut adalah darah istihadah.

Mayoritas ulama yaitu ulama mazhab Maliki, Syafii, dan Hambali mengatakan bahwa waktu haid itu maksimal 15 hari, apabila melebihi itu maka darah yang keluar adalah darah istihadah.

Karena tidak ada batasan pasti usia menopause, maka setiap darah yang keluar dari rahim adalah haid, kecuali ditemukan tanda-tanda istihadah atau terjadi luka pada rahim. Maka segala hukumnya mengikuti hukum orang yang sedang haid, baik salat, puasa, dan haji.

Wallahua’lam. []