Ekonomi

Bagaimana E-Commerce Bantu Penjualan UMKM?

Seiring dengan perkembangan tersebut, mayoritas UMKM yang beralih ke online memilih saluran e-commerce.


Bagaimana E-Commerce Bantu Penjualan UMKM?
Ilustrasi E-commerce (UANGTEMAN.COM)

AKURAT.CO, E-commerce menjadi platform yang bertumbuh cukup signifikan di Indonesia. Menurut laporan DailySocial.id, jumlah pengguna e-commerce meningkat lebih dari 10 juta dari 75 juta menjadi 85 juta.

Menurut data pasar dan konsumen Firma Statista pada 2019 mengungkapkan, sektor e-commerce telah menyumbang pendapatan tambahan sebesar US$30,2 juta bagi perekonomian nasional. Ini didukung dengan lebih dari 31,65 juta pengguna Indonesia berbelanja online. 

Statista memperkirakan jumlah pengguna akan tumbuh menjadi 43,89 juta pada tahun 2022 dan pengeluaran online rata-rata akan meningkat hingga US$375 juta. Sebab, perkembangan tersebut mayoritas UMKM yang beralih ke online memilih saluran e-commerce. 

Pemerintah melaporkan, 2,7 juta pelaku usaha telah mendigitalisasi bisnis mereka selama pandemi Covid-19. Dengan demikian, jumlah UMKM yang menembus ekosistem digital hampir mencapai 11 juta, dengan total sekitar 16 persen dibandingkan dengan total pelaku UMKM di Indonesia. 

|Survey DS/innovate, jumlah konsumen online di indonesia |

Memasuki sistem e-commerce terbukti berhasil mendongkrak penjualan bagi para UMKM selama pandemi. Misalnya Riset dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) tahun 2020 menunjukkan dari 10 pelaku usaha di Tokopedia mengalami peningkatan penjualan dengan mencapai 133 persen.

Menurut riset FGD DailySocial, UMKM Indonesia menghadapi berbagai kendala untuk membangun ekositem online. Mulai dari kendala infrastruktur dan logistik, akses keuangan, hingga kebutuhan talent.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut UMKM mengakui e-commerce merupakan saluran yang bermanfaat dan memfasilitasi mereka proses bisnis online.

Fakta bahwa e-commerce membantu mendigitalkan bisnis UMKM diakui oleh setiap penjual. Sebagai contoh, UMKM dapat menerima pembayaran dari berbagai jenis metode pembayaran, dan platform commerce secara otomatis akan memproses transaksi. Penjual juga mendapat manfaat dari opsi kurir yang disediakan oleh e-commerce.

Dari sekian banyak e-commerce, platform lokal ternyata menjadi pemain paling besar di Indonesia. Survei internal yang dilakukan oleh Innovate menunjukkan Tokopedia menempati ranking teratas sebesar 49.0 persen sebagai e-commerce yang paling banyak sering digunakan sebagai media berjualan secara online.

|Survey DS/innovate terkait e-commerce yang digunakan UMKM |

Saat ini para pelaku e-commerce juga terus berlomba-lomba adu inovasi untuk menjadikan platform mereka sebagaian pilihan UMKM dan konsumen. Beberapa inovasi yang saat ini banyak digandrungi oleh pelaku e-commerce seperti produk investasi untuk tabungan masa depan, produk digital untuk membayar tagihan, dan pinjaman pribadi.

|Survey DS/innovate terkait promosi yang dilakuakan oleh e-commerce besar di Indonesia |

Selain itu, beragam strategi juga dilakukan untuk menggenjot transaksi online. Berbagai e-commerce satu sama lain bersaing lewat berbagai promosi dan inovasi. Seperti Shopee dan Lazada memberikan fitur games dan live streaming. Selain itu mengadopsi berbagai promo menarik seperti promo tanggal 11.11 milik Alibaba di mana Lazada dan Shopee memberikan promo serupa seperti 9.9, 10.10.

Tokopedia juga sebagai platform asli asal Indonesia juga mengikuti persaingan ini misalnya saja baru-baru ini ini memberikan promo pelanggan lewat program Waktu Indonesia Belanja (WIB), yang menawarkan promosi khusus kepada penggunanya setiap akhir bulan saat tanggal gajian.

Hingga saat ini riset menyatakan bahwa e-commerce asal Indonesia masih mendominasi pasar online. Menurut data SimilarWeb pada kuartal I-2021, Tokopedia menjadi platform marketplace yang paling banyak diakses di internet. Tokopedia tercatat memiliki jumlah kunjungan bulanan mencapai 126,4 juta dan unique visitor bulanan mencapai 38,93 juta. Shopee menyusul di peringkat kedua dengan 117 juta kunjungan bulanan dan 35,74 juta unique visitor selama kuartal I-2021. Sementara itu, Bukalapak, Lazada dan Blibli secara berurutan mengisi peringkat 5 besar platform e-commerce di Indonesia.

|Survey DS/innovate, e-commerce dengan traffic terbanyak|

Perkembangan e-commerce sendiri diperkirakan akan mencapai nilai US$21 miliar pada tahun ini atau 52 persen dari ekonomi digital Indonesia saat ini sebesar US$40 miliar. Pada tahun 2025, e-commerce diperkirakan akan menjadi dua pertiga dari ekonomi digital negara.

Selain itu perkembang e-commerce Indonesia bertumbuh semakin pesat dengan suntikan investasi mencapai lebih dari US$2,5 miliar selama terakhir tiga tahun. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu