News

Badan Obat-obatan Eropa Mulai Tinjau Vaksin COVID-19 Sinovac, Bagaimana Hasilnya?

EMA akan menilai kepatuhan vaksin COVID-19 Sinovac terhadap standar keefektifan, keamanan, dan kualitas Uni Eropa (UE).


Badan Obat-obatan Eropa Mulai Tinjau Vaksin COVID-19 Sinovac, Bagaimana Hasilnya?
Potret produk Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac. (Foto: REUTERS)

AKURAT.CO, Badan Obat-obatan Eropa (EMA) mengumumkan pada Selasa (4/5) bahwa mereka telah mulai melakukan peninjauan bergulir terhadap vaksin COVID-19 Sinovac.

"Komite obat-obatan manusia EMA memutuskan untuk mulai melakukan peninjauan bergulir berdasarkan hasil studi awal laboratorium (data nonklinis) dan uji klinis. Penelitian awal tersebut menunjukkan bahwa vaksin itu memicu produksi antibodi yang menargetkan SARS-CoV-2 dan dapat membantu melindungi dari penyakit COVID-19," bunyi pernyataan EMA di laman resminya.

Lembaga itu pun akan mengevaluasi data yang tersedia untuk memutuskan apakah manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Tinjauan bergulir ini akan berlanjut sampai tersedia cukup bukti untuk pengajuan otorisasi pemasaran formal. EMA akan menilai kepatuhan COVID-19 Vaccine (Vero Cell) Inactivated terhadap standar keefektifan, keamanan, dan kualitas Uni Eropa (UE).

"Meski EMA tak dapat memprediksi lini masanya secara keseluruhan, evaluasi pengajuan tersebut harus memakan waktu lebih singkat dari biasanya karena pekerjaan yang dilakukan selama tinjauan bergulir," sambungnya.

COVID-19 Vaccine (Vero Cell) Inactivated diharapkan dapat mempersiapkan tubuh untuk mempertahankan diri dari infeksi SARS-CoV-2. Vaksin ini mengandung SARS-CoV-2 yang telah dinonaktifkan (dimatikan) dan tak dapat menyebabkan penyakit. Vaksin ini juga mengandung 'adjuvant', zat yang membantu memperkuat respons imun terhadap vaksin.

Setelah seseorang disuntik vaksin ini, sistem kekebalannya mengidentifikasi virus tidak aktif tersebut sebagai virus asing, kemudian membuat antibodi untuk melawannya. Jadi, jika kemudian orang yang divaksinasi bersentuhan dengan SARS-CoV-2, sistem kekebalannya akan mengenali virus tersebut dan siap untuk mempertahankan tubuh dengan melawannya.

Vaksin COVID-19 Sinovac merupakan vaksin China pertama yang ditinjau EMA secara bergulir. Berdasarkan uji klinis tahap akhir, vaksin tersebut telah menunjukkan tingkat kemanjuran 65,3 persen di Indonesia, 50,7 persen di Brasil, dan 83 persen di Turki.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu