News

Badan Medis Afrika Selatan Beberkan Gejala Varian Omicron, Sebut Pasien Hanya Alami Gejala Ringan

Badan Medis Afrika Selatan Beberkan Gejala Varian Omicron, Sebut Pasien Hanya Alami Gejala Ringan


Badan Medis Afrika Selatan Beberkan Gejala Varian Omicron, Sebut Pasien Hanya Alami Gejala Ringan
Angelique Coetzee mencatat bahwa saat ini, rumah sakit belum terbebani oleh pasien Omicron (Reuters via BBC)

AKURAT.CO, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan (SAMA), Angelique Coetzee membeberkan sejumlah gejala terkait dengan varian Covid-19 Omicron.

Dalam keterangannya pada Sabtu (27/11), Coetzee mengungkap varian yang tengah jadi perhatian itu tampaknya muncul dengan gejala aneh, tetapi justru ringan. Dikatakan dari pengamatannya, kebanyakan pasiennya hanya menghasilkan gejala ringan tanpa sindrom yang menonjol. Disebutkan pula bahwa sejauh ini, para pasiennya yang terinfeksi Omicron tidak menunjukkan tanda kehilangan indra perasa atau penciuman.

"Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya. Ini penyakit ringan dengan gejala nyeri otot dan kelelahan selama satu atau dua hari dengan kondisi tidak enak badan. Sejauh ini, kami mendeteksi bahwa mereka yang terinfeksi tidak mengalami kehilangan rasa atau penciuman. Mereka mungkin mengalami batuk ringan. Tidak ada gejala yang menonjol. Dari mereka yang terinfeksi, beberapa di antaranya saat ini dirawat di rumah," kata Coetzee, seperti dilaporkan Sputnik melalui NDTV.

baca juga:

Mengenai gejala lainnya, Coetzee mengatakan kepada The Telegraph bahwa ada satu kasus tak biasa di mana Omicron menjangkiti anak kecil. Dikatakan pasien itu awalnya mengalami suhu hingga denyut nadi tinggi, tetapi kemudian berangsur baik.

"Kami memiliki satu kasus yang sangat menarik, seorang anak, sekitar enam tahun, dengan suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi, dan saya bertanya-tanya apakah saya harus membawanya ke rumah sakit. Namun, ketika saya menindaklanjutinya, dua hari kemudian dia jauh lebih baik," ungkapnya.

Seperti dilaporkan YahooNews, Coetzee telah menekankan bahwa terlalu dini untuk membuat prediksi yang lebih besar tentang apa arti gelombang Omicron bagi dunia. Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Coetzee mengulangi bahwa kasus yang dia lihat ringan, tetapi mengakui bahwa terlalu dini untuk mengetahui dengan pasti apakah itu akan berlaku untuk spektrum infeksi Omicron yang lebih luas.

Pejabat tersebut juga mencatat bahwa saat ini, rumah sakit di Afrika Selatan tidak terlalu terbebani oleh pasien Omicron. Ia juga membeberkan bahwa jenis baru dari virus corona ini tidak terdeteksi pada orang yang divaksinasi. Pada saat yang sama, situasinya mungkin berbeda untuk yang tidak divaksinasi.

"Mungkin dua minggu dari sekarang saya akan memiliki pendapat yang berbeda, tetapi inilah yang kami lihat."

"Jadi, apakah kami sangat-sangat khawatir? Tidak. Kami memperhatikan dan kami melihat apa yang terjadi. Tetapi untuk saat ini kami berkata, 'Oke, ada tanggapan yang berlebihan di luar sana. (Kami) tidak yakin mengapa hal itu bisa terjadi. Kami masih menyelidikinya. Kami akan tahu setelah dua hingga tiga minggu karena ada beberapa pasien yang masih dirawat dan mereka adalah orang-orang muda berusia 40 tahun ke bawah," ucap Coetzee yang juga memiliki klinik praktik pribadi di Pretoria.

Jika Omicron ternyata menghasilkan kasus Covid-19 yang tidak terlalu parah, bahkan di antara yang tidak divaksinasi, itu bisa mengindikasikan virus bergerak menuju tahap endemik. Ini berarti bahwa virus itu mungkin masih akan beredar tetapi dengan cara yang lebih mudah dikelola. 

Di Twitter, Eric Topol, MD, seorang ahli jantung dan wakil presiden eksekutif Scripps Research, berbagi isi wawancara Coetzee dengan The Telegraph. Ia menulis bahwa kesaksian Coetzee telah menjadi 'berita terbaik' untuk saat ini. Ini karena menurut Topol, warga dunia sebelumnya tidak berpikir bahwa varian itu mungkin bisa menurunkan virulensi alias tingkat patogenetas dari Covid-19.

"Jika dikonfirmasi lebih lanjut dan melacak semua kasus yang dikonfirmasi, ini bisa menjadi berita Omicron terbaik hari ini. Tidak banyak yang telah berpikir bahwa varian yang sarat mutasi itu bisa menurunkan virulensi," cuitnya. 

 Menurut Kepala SAMA, varian baru Omicron menghasilkan penyakit ringan, tanpa sindrom yang menonjol-NDTV

Keputusan untuk melarang pendatang dari Afrika Selatan dianggap terlalu dini

Sayangnya, terlalu dini untuk mengetahui apakah penilaian awal Coetzee terhadap kasus akan akurat dalam arti yang lebih luas, seperti yang dia sendiri akui. Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar pasiennya adalah orang muda yang sehat, yang lebih mungkin mengalami kasus Covid-19 yang lebih ringan, terlepas dari variannya. 

Dalam wawancaranya dengan The Telegraph, Coetzee juga mengaku khawatir tentang bagaimana Omicron dapat mempengaruhi orang tua. Ini terutama mereka yang diketahui memiliki komorbiditas seperti penyakit jantung dan diabetes.

"Yang harus kita khawatirkan sekarang adalah ketika orang yang lebih tua dan tidak divaksinasi terinfeksi dengan varian baru, dan jika mereka tidak divaksinasi, kita akan melihat banyak orang dengan gejala penyakit yang parah," katanya.

Varian Omicron menjadi perbincangan hangat setelah Afrika Selatan mengumumkan munculnya kasus dari varian tersebut. Varian itu yang awalnya dinamai B.1.1.529, disebut-sebut memiliki mutasi yang lebih banyak daripada varian Delta. Para ahli genomik setempat bahkan menyebut strain baru itu memiliki jumlah mutasi yang tinggi dengan setidaknya 32 protein lonjakan. Karena inilah, muncul kekhawatiran bahwa varian itu akan lebih berbahaya dan mempengaruhi efektivitas vaksin yang sudah ada.

Pada Jumat (26/11), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi galur baru tersebut, dan menjulukinya sebagai Omicron, huruf ke-15 dari alfabet Yunani.

Berhubung bukti awal menunjukkan Omicron memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi, WHO mengklasifikasikannya sebagai 'varian baru yang menjadi perhatian'.

"Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan," kata WHO, seperti dikutip BBC. 

Beberapa kasus kini telah diidentifikasi di Eropa - dua di Inggris, dua di Jerman, satu di Belgia dan satu lagi di Italia. Sementara kasus yang dicurigai ditemukan di Republik Ceko.

Pada Jumat hingga Sabtu, sejumlah negara mengumumkan langkah-langkah baru untuk menanggapi munculnya varian Omicron. Beberapa di antaranya menerapkan larangan atau penangguhan bagi pendatang yang berasal dari Afrika Selatan. Negara-negara yang melarang termasuk Inggris Raya, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Kanada,  hingga India yang memerintahkan penyarian dan pengujian lebih ketat untuk pelancong dari Afrika Selatan.

Israel, di mana varian baru telah dikonfirmasi, juga telah memutuskan untuk melarang semua orang asing memasuki negara itu mulai Minggu (28/11) tengah malam.

Coetzee, sementara itu, telah mengkritik keputusan sejumlah negara yang melarang penerbangan dari Afrika Selatan karena Omicron. Coetzee mengatakan bahwa keputusan itu masih terlalu dini karena belum ada informasi yang cukup tentang betapa berbahaya varian tersebut. []