News

Badan Geologi: Aktivitas Gunung Semeru Level 2 atau Waspada

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan aktivitas Gunung Semeru saat ini berstatus level 2 atau waspada.


Badan Geologi: Aktivitas Gunung Semeru Level 2 atau Waspada
Guguran lava pijar Gunung Semeru terlihat dari Desa Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/3/2020). Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur meningkat sejak sepekan terakhir dengan intensitas delapan kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 200 hingga 1.000 dari pusat guguran gunung dan status Siaga level II atau waspada. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

AKURAT.CO Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan aktivitas Gunung Semeru saat ini berstatus level 2 atau waspada.

"Aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan di level 2 atau waspada," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Sabtu (4/12/2021) malam.

Lebih lanjut, Eko mengimbau agar masyarakat sekitar atau pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kemudian, jarak 5 km dari arah bukaan kawah di sektor selatan dan tenggara.

Ia juga meminta masyarakat sekitar untuk mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi perubahan ancaman bahaya," jelasnya.

Sebagai informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kemudian, dampak meletusnya Gunung Semeru juga masih dalam pendataan.

"Korban bencana nihil, sementara dampak meletusnya Semeru masih dalam pendataan," kata Kepala BPBD Jawa Timur Budi Santosa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/12/2021).

Budi menuturkan, sebelum Gunung Semeru meletus, sempat terjadi peningkatan aktivitas disertai awan panas guguran. Oleh karenanya, beberapa waktu lalu, pihaknya pun sudah memperingatkan warga untuk menjauhi kaki gunung.